Percik Firman: Menjadi Saksi Kristus

Twitter
WhatsApp
Email
Di beberapa paroki sudah ada penerimaan Sakramen Penguatan oleh Bapa Uskup. Ada pula paroki yang sedang persiapan penerimaan Sakramen Penguatan. Para calon penerima Sakramen Penguatan dipersiapkan agar mereka siap diutus menjadi saksi Kristus melalui perkataan dan tindakan dalam hidup sehari-hari.

Senin, 11 Mei 2026

Bacaan Injil: Yoh 15:26-16:4a

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Di beberapa paroki sudah ada penerimaan Sakramen Penguatan oleh Bapa Uskup. Ada pula paroki yang sedang persiapan penerimaan Sakramen Penguatan. Para calon penerima Sakramen Penguatan dipersiapkan agar mereka siap diutus menjadi saksi Kristus melalui perkataan dan tindakan dalam hidup sehari-hari.

Sabda Tuhan dalam bacaan Injil hari ini mengungkapkan pesan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya, “Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”.

Selama hidupnya, Paus Yohanes Paulus II juga berusaha menjadi saksi Kristus. Dalam aneka kesempatan, perjumpaan dan tulisannya, dia telah bersaksi akan Kristus. Dia menyerukan di awal pengumumannya dipilih menjadi Paus pada 16 Oktober 1978, “Jangan Takut!”

Dia pun menunjukkan devosinya kepada Bunda Maria yang sangat kuat. Penyerahannya pada Tuhan tampak nyata saat ada peristiwa percobaan pembunuhan terhadap dirinya saat Audiensi Umum di Lapangan St. Petrus, Vatikan, tanggal 13 Mei 1981. Dia ditembak oleh Mehmet Ali Ağca, seorang ekstremis Turki.

Dalam surat wasiatnya, Paus Yohanes Paulus II menulis, “Penyelenggaraan Ilahi menyelamatkanku dari kematian dengan cara yang ajaib. Dialah satu-satunya Tuhan atas kehidupan dan kematian, Dia sendirilah yang memperpanjang hidup ini, dalam arti tertentu memberikannya kembali kepadaku. Sejak saat ini hidup semakin menjadi milik-Nya”.

Sri Paus mengunjungi orang yang menembaknya di penjara. Seperti Yesus yang mengampuni orang yang menyalibkanNya, Paus juga mengampuni Mehmet Ali Ağca. Lalu Paus mempersembahkan peluru yang mengenai tubuhnya itu kepada Bunda Maria di Fatima. Peluru itu ditaruh di dalam mahkota patung Bunda Maria di Fatima, Portugal.

Sementara itu, pistol yang dipakai untuk menembakknya disimpan di rumah (museum) kelahirannya di Wadowice. Saat saya berkunjung ke rumahnya, saya melihat pistol itu disimpan di dalam lantai yang di atasnya diberi kaca.

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana cara kita menjadi saksi Kristus dalam hidup sehari-hari? Apa saja tantangan untuk bersaksi tentang Kristus pada zaman sekarang ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr