Percik Firman: Ganjaran Mengikuti Yesus

Twitter
WhatsApp
Email
Bacaan Injil hari ini mengungkapkan dialog antara Petrus dan Yesus mengenai pengorbanan dan upah dalam mengikut Dia. Yesus menegaskan bahwa tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Barangsiapa meninggalkan segalanya (rumah, keluarga, saudara-saudari, dll) demi Dia akan menerima ganjaran berlimpah di dunia ini serta hidup kekal di surga.

Selasa, 26 Mei 2026

PW St. Filipus Neri, Imam

Bacaan Injil: Mrk 10:28-31

 

Saudari-saudara yang terkasih,

Bacaan Injil hari ini mengungkapkan dialog antara Petrus dan Yesus mengenai pengorbanan dan upah dalam mengikut Dia. Yesus menegaskan bahwa tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Barangsiapa meninggalkan segalanya (rumah, keluarga, saudara-saudari, dll) demi Dia akan menerima ganjaran berlimpah di dunia ini serta hidup kekal di surga.

Memang dibutuhkan totalitas dalam mengikuti-Nya. Perlu komitmen untuk menomorsatukan Allah di atas segala ikatan duniawi. Tuhan Yesus menjanjikan gantinya “seratus kali lipat”. Hal ini bukanlah kalkulasi matematis materi atau kekayaan duniawi, melainkan kelimpahan kasih, perlindungan, keluarga baru, dan damai sejahtera yang seringkali tidak dapat diberikan oleh dunia.

Totalitas dalam mengikuti dan mempersembahkan hidup kepada Tuhan juga dihayati oleh Santo Filipus Neri yang diperingati pada hari ini. Santo Filipus Neri (1515-1595) dikenal sebagai seorang imam yang murah senyum, ramah, dan ceria.

Ia lahir di Florence dari sebuah keluarga Notaris. Dia meninggalkan keluargnya demi menjawab panggilan-Nya. Selama menjadi imam, dia memberi semangat dan harapan kepada banyak orang.

Setiap hari di tempat pengakuannya dikerumuni oleh orang banyak. Bahkan para Kardinal pun datang meminta nasehat dan bimbingannya. Dia dipanggil dengan sebutan “Pippo Buono”, yang berarti Pippo yang baik.

Hidupnya merupakan rentetan mukjizat yang tiada hentinya. Ia dapat membaca suasana batin orang lain dan mengenal rahasia-rahasia pribadi orang. Ia dapat meramalkan masa depan seseorang. Dia pun bisa menyembuhkan orang sakit.

Pada tanggal 26 Mei 1595 dia meninggal dunia dalam usia 80 tahun. Ia dihormati sebagai Rasul kota Roma bersama Santo Petrus dan Paulus. Pada tahun 1622, Paus Gregorius XV mengumumkan kanonisasi atas lima orang kudus yang besar, yaitu St. Filipus Neri, St. Ignatius dari Loyola, St. Fransiskus Xaverius, St. Theresia dari Avila, dan St. Isidorus.

Pertanyaan refleksinya, apa saja yang telah kita tinggalkan dalam mengikuti Kristus? Apa saja tantangan untuk bersaksi tentang Kristus pada zaman sekarang ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari BuJang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr