Percik Firman: Berjuang Menjadi Pembawa Damai

Twitter
WhatsApp
Email
Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya Pentakosta (bahasa Yunani: pèntékosté, artinya kelimapuluh). Ungkapan lengkapnya “Pèntékosté Héméra” (Hari Kelimapuluh). Kalau dalam bahasa Latin, kita kenal istilah ”Dies Pentecostes”.

Minggu, 24 Mei 2026

HR Pentakosta

Bacaan Injil: Yoh. 20:19-23

 

Saudari-saudara yang terkasih,

Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya Pentakosta (bahasa Yunani: pèntékosté, artinya kelimapuluh). Ungkapan lengkapnya “Pèntékosté Héméra” (Hari Kelimapuluh). Kalau dalam bahasa Latin, kita kenal istilah ”Dies Pentecostes”.

Hari raya ini memang diperingati setelah 50 hari kita merayakan Hari Raya Paskah, kebangkitan Tuhan. Dengan hari raya ini Gereja memperingati turunnya Roh Kudus, sekaligus kelahiran Gereja.

Gereja bukan lagi kelompok para rasul yang penuh ketakutan menutup diri di kamar atas dengan pintu terkunci. Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus yang bangkit mendatangi para rasul. Dia mengubah rasa takut menjadi hati yang bersukacita. Dengan turunnya Roh Kudus, Gereja menjadi komunitas saksi Kristus serta karya keselamatan-Nya yang mewartakan Injil ke segala bangsa.

Dalam Injil Hari Raya Pentakosta ini Tuhan Yesus menghembusi para murid dan memberikan Roh Kudus. Sebelumnya, Tuhan Yesus memberikan mandat perutusan kepada para murid untuk mewartakan damai sejahtera.

Ditegaskan, ”Damai sejahtera bagi kamu. Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu”. Seperti para rasul, kita orang Katolik pada zaman ini diutus menjadi pembawa damai sejahtera.

Di mana? Di keluarga, komunitas, sekolah, tempat kerja maupun di masyarakat. Di tengah situasi saat ini yang tidak menentu dan sedang tidak baik-baik saja, kita diharapkan punya semangat yang berkobar-kobar untuk memberikan kedamaian, peneguhan, dan pengharapan bagi saudari-saudara yang lain.

Kita diingatkan akan panggilan hidup kita yang sejati, yakni mewartakan kabar gembira kepada semua orang melalui pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Di masa serba online saat ini, kita diutus menjadi duta saksi kabar gembira lewat media sosial (Instragram, Facebook, WhatsApp, Twitter, dsb).

Dengan Roh yang satu dan sama, kita diundang untuk mempersatukan dan mendamaikan, tidak malah memecah-belah dan menyebar kebencian.

Pertanyaan refleksinya, ketakutan apa yang sedang kita alami akhir-akhir ini? Sejauhmana kita menggunakan media sosial secara baik dan benar untuk pewartaan hal-hal yang baik selama ini? Kado apa yang ingin kita berikan kepada Gereja yang berulang tahun hari ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr