
Percik Firman: Selalu Ada Jalan Keluar bagi Tuhan
Jika ada kehendak baik dan iman yang kuat, pasti ada jalan keluar. Tuhan akan peduli. Tuhan akan berbelaskasih. Tuhan akan memberikan solusi atau jalan keluar.

Percik Firman: Mengikuti Jalan Kemuridan
Di dalam salah satu fokus pembinaan calon imam di Seminari, dinyatakan bahwa calon imam mendalami hidup doa dan keheningan sebagai jalan untuk mengenal, mencintai, dan

Perkuat Pendampingan Iman, Katekis Paroki Nandan Dalami Aturan Baptis Sesuai Hukum Gereja
Katekis Paroki Nandan memperdalam Hukum Gereja tentang Sakramen Baptis untuk memperkuat pendampingan katekumen sesuai ketentuan Gereja.

Percik Firman: Kekuatan Doa Sungguh Luar Biasa
Doa itu memberikan daya kekuatan yang luar biasa dalam hidup kita dan bagi mereka yang kita doakan. Ibu Teresa dari Kalkuta-India pernah mengungkapkan, “Buah dari

Percik Firman: Jangan Mudah Menyerah
Kata kunci pesan Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini adalah Jangan menyerah. Dikisahkan ada seorang wanita kafir dari Kanaan, kaum marginal (terpinggirkan) yang direndahkan,

Percik Firman: Jamu Jati Kendi
Soal haram dan halal menjadi bahan pengajaran Tuhan Yesus dalam Injil pada hari ini. Pada dasarnya Yesus mengajak kita untuk melihat dasar kehidupan keagamaan kita,

Percik Firman: Mohon Kekuatan dan Pertolongan Tuhan
Secara psikologis, rasa takut adalah hal yang wajar dan manusiawi. Menjadi tidak wajar jika kita terus-menerus dikuasai ketakutan itu.

UBK St. Lidwina Kevikepan Semarang Melayani Sebagai Petugas Liturgi di Paroki Plamongan Indah
Sukacita dan semangat pelayanan mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu, 2 Agustus 2026 di Paroki Santa Maria Bunda Allah Plamongan Indah, Semarang karena Komunitas Umat Berkebutuhan Khusus

Dari Goresan Kuas ke Gerakan Bersama, 177 Lukisan Rohani Dipamerkan di Babadan
177 lukisan rohani dipamerkan di Gereja Babadan, Sleman, 2–9 Agustus 2026, sekaligus menjadi bagian penggalangan dana lahan parkir.

Solidaritas: Buah Perjumpaan Antara Keheningan dan Realitas
Romo Andrianus Maradiyo, Pr membagikan refleksi delapan tahun pelayanan sebagai Vikep Jogja, tentang solidaritas, pandemi, dan dinamika Kevikepan.