Percik Firman: Menjadi Sahabat Yesus

Twitter
WhatsApp
Email
Ada dua buah ungkapan tentang persahabatan yang pernah saya baca dan menarik perhatian saya. Ungkapan pertama: “Sahabat itu seperti bintang. Dia memang tidak selalu terlihat, tetapi dia selalu ada untukmu”.

Jumat, 8 Mei 2026

Bacaan Injil: Yoh 15:12-17

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Ada dua buah ungkapan tentang persahabatan yang pernah saya baca dan menarik perhatian saya. Ungkapan pertama: “Sahabat itu seperti bintang. Dia memang tidak selalu terlihat, tetapi dia selalu ada untukmu”.

Ungkapan kedua: “Seorang sahabat adalah mereka yang tahu segala sesuatu tentang kamu, tetapi tetap mencintaimu seutuhnya”.

Kita pantas bersyukur karena pada hari ini Tuhan Yesus memandang kita sebagai sahabat-Nya. “Kamu adalah sahabat-Ku”, tegasNya. Bagi Yesus, kita bukan hamba, tetapi sahabat.

Yesus memang tidak selalu dapat kita lihat, tetapi Dia selalu ada untuk kita sahabatNya. Dia tahu pula tentang diri kita, baik kekuatan maupun kekurangan kita. Dia tidak membenci dan menghukum kita. Tetapi Dia selalu mau mencintai kita apa adanya. Dia menerima kelebihan dan kekurangan kita.

Pada hari ini Tuhan Yesus menegaskan, “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu”. Tentu kita akan gembira diakui sebagai Sahabat Yesus. Untuk menjadi sahabat Yesus, dibutuhkan komitmen untuk melaksanakan perintah-Nya.

Pertanyaan refleksinya, apa makna sahabat bagi kita saat ini? Apa yang perlu kita perjuangkan agar dapat merawat relasi persahabatan dengan Yesus?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr