BKL Hari 12: Doa dan Devosi Pribadi dalam Perayaan Ekaristi

“Hai! Warna rosariomu kok aneh, merah putih?” tanya Winda pada Nuridi halaman gereja pada hari Minggu. “Baguslah! Seperti bendera merah putih. Ini baru lho. Rosario ini merupakan pemberian tante saya yang tinggal di Jakarta,” jelas Nuri. “Luar biasa. Sudah dipakai untuk doa?” tanya Winda lagi. “Belumlah. Saya mau inreyen selama Misa nanti,” imbuh Nuri penuh […]

BKL Hari 11: Struktur Pokok Perayaan Ekaristi dan Keutuhannya

Pada suatu perayaan Ekaristi di Gereja, Anita bertugas untuk pertama kalinya sebagai pengedar kotak kolekte. Ia sudah diberi tahu agar harus siap di tempat begitu liturgi sabda selesai. Karena baru pertama kali bertugas, Anita tidak tahu apa yang dimaksud dengan bagian akhir dari liturgi sabda. Anitaberpikir bahwa ia harus mulai mengedarkan kotak kolekte setelah bacaan […]

BKL Hari 10: Perwujudan Iman dan Perayaan Iman

Keluarga Bapak Kukuh dikenal aktif dalam kegiatan Gereja dan masyarakat. Ibu Kukuh saat ini diajukan oleh lingkungan menjadi Prodiakon. Bapak Kukuh aktif di tim kerja PSE dan pengurus RT paroki. Mereka dikaruniai tiga anak. Anak pertama sedang menyusun skripsi dan aktif di Karang Taruna. Anak kedua dan ketiga rajin menjadi putra altar di Gereja. Walaupun […]

BKL Hari 9: Kehadiran Kristus dalam Perayaan Ekaristi

Di pintu utama suatu gereja terpasang tulisan demikian:”Datang terlambat, pulang duluan, kehilangan berkat Tuhan”. Tulisan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan bahwa tidak sedikit umat yang datang terlambat untuk mengikuti Perayaan Ekaristi.Namun mereka bergegas pulang setelah menyambut Komuni tanpa menanti berkat dan pengutusan. Bagi mereka, yang penting adalah menyambut Komuni Kudus. Bagian tata Perayaan Ekaristi yang lain bisa […]

BKL Hari 8: Ekaristi sebagai Puncak dan Pusat seluruh Liturgi

Pada hari Minggu pagi, Pak Karsosuwung kelihatan begitu sibuk menata dagangannya berupa pakaian. Cucunya yang bernama Bimobersiap-siap pergi ke Gereja untuk mengikuti perayaan Ekaristi. Bimo kelihatan terkejut melihat kakeknya tidak pergi ke Gereja.Ia bertanya: “Mbah, ini hari Minggu kok tidak pergi ke Gereja?” Jawab Pak Karsosuwung: “Le, kemarin diumumkan bahwa hari ini car-freeday di depan […]

Liturgi dan Hidup Sehari-hari

Liturgi dan hidup sehari-hari merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Iman dirayakan dalam perayaan liturgi. Iman diwujudkan dalam hidup sehari-hari. Oleh karenanya, pengalaman hidup harian dibawa dan dipersembahkan dalam sebuah perayaan liturgi. Buah-buah yang didapatkan dalam perayaan liturgi dibawa dan dihidupi dalam hidup keseharian.

BKL Hari 7: Spiritualitas Liturgi

Ibu Tentrem adalah seorang ibu rumah tangga berusia 50 tahun.Penampilannya sederhana dan kalem. Hidupnya kelihatan damai. Ia suka berbagi pada orang di sekitar. Tutur kata yang keluar dari mulutnya selalu bernada positif dan meneguhkan orang yang mendengarnya. Suatu ketika ada tetangga yang bertanya kepadanya, “Bu, apa sih rahasianya kok Ibu hidupnya kelihatan damai dan membuat […]

BKL Hari 6: Perayaan Liturgi menjadi Tanggung Jawab seluruh Umat

Mbah Mitro selalu membawa tas „ransel tentara“-nya kalau ke gereja dan ibadat lingkungan. Dalam tas favoritnya itu, terdapat berbagai pakaian dan ibadat untuk ibadat seperti salib, alba, samir dan singel. Mbah Mitro biasa ngrangkep-ngrangkep tugas, entah sebagai prodiakon, lektor, pemimpin kor, among tamu dansampai membersihkan gereja. Dengan lincah ia mengerjakan semua itu tanpa mengeluh. Umat […]

BKL Hari 5: Peran Musik dalam Liturgi

Dalam rangka persiapan perkawinan, Antonius berkonsultasi kepada Rama Paroki.Ia mengungkapkan keinginannya menggunakan lagu Hallelujah karya Leonard Cohen pada saat misa perkawinannya kelak. “Rama, kami ingin memakai lagu Hallelujah pada saat perarakan masuk ke dalam Gereja karena lagu inilah yang mempertemukan kami. Lagu ini bagus dan sangat menyentuh sekali. Kami ingin perkawinan nanti menjadi peristiwa indah […]

BKL Hari 4: Simbol-Simbol dalam Perayaan Liturgi

Saat lomba paramenta dalam rangka Tarcisius Cup Misdinar se-Kevikepan DIY 2018, salah satu tim dari perwakilan paroki dipersilahkan untuk mempersiapkan peralatan liturgi perayaan Kamis Putih. Tim juri tersenyum-senyum karena kasula yang mereka persiapkan berwarna ungu. Hal ini keliru. Semestinya kasula berwarna putih atau kuning yang melambangkan kemuliaan dan kekudusan. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya memahami […]