BKL Hari 10: Perwujudan Iman dan Perayaan Iman

Keluarga Bapak Kukuh dikenal aktif dalam kegiatan Gereja dan masyarakat. Ibu Kukuh saat ini diajukan oleh lingkungan menjadi Prodiakon. Bapak Kukuh aktif di tim kerja PSE dan pengurus RT paroki. Mereka dikaruniai tiga anak. Anak pertama sedang menyusun skripsi dan aktif di Karang Taruna. Anak kedua dan ketiga rajin menjadi putra altar di Gereja. Walaupun dikenal aktif di Gereja dan di masyarakat, keluarga Bapak Kukuh ini tetap menyediakan waktu untuk berdoa dan makan bersama di keluarga.

Keterlibatan aktif di tengah masyarakat merupakan perwujudan dari kesadaran diri sebagai warga masyarakat untuk membangun persaudaraan sejati, saling gotong royong dan membantu satu sama lain. Keterlibatan ini tidak hanya semata-mata merupakan bentuk keterlibatan sosial saja namun merupakan perwujudan iman dalam hidup harian. Apa yang diimani terwujud secara nyata antara lain dalam keterlibatan aktif di tengah masyarakat. Iman yang sama tidak hanya kita wujudkan dalam hidup sehari-hari namun juga kita rayakan dalam berbagai tindakan liturgi, terlebih dalam perayaan Ekaristi. Bersama umat Katolik yang lain kita bersama-sama mengucap syukur atas rahmat dan karya keselamatan Allah. Perayaan iman ini memerlukan keterlibatan dari semua umat misalnya sebagai prodiakon, lektor, petugas koor dan misdinar sehingga perayaan liturgi yang melaluinya kita merayakan iman kita berjalan dengan baik.

Mana yang lebih penting antara perwujudan iman atau perayaan iman? Keduanya sama-sama penting dan perlu kita kembangkan. Tidak cukup hanya salah satu. Yang satu mengandaikan yang lain.

Facebook
Google+
Twitter