Percik Firman: Devosi pada Hati Kudus Yesus

Oleh lektor
6 Nov 2026

Jumat Pertama, 6 November 2026
Bacaan Injil: Luk 16:1-8

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Dalam bacaan Injil pada hari Jumat Pertama ini, Tuhan Yesus memuji kecerdasan bendahara dalam merancang masa depannya. Bendahara (Yun: “Oekonomos“) rumah tangga adalah seseorang yang dipercaya untuk mengelola keuangan rumah tangga, mengatur pembantu-pembantu yang lain dalam rumah tangga, dan juga dipercaya untuk membantu mengatur anak-anak dari tuan rumah (Gal 4:2). Pada prinsipnya, seorang bendahara mengatur sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya sendiri.

Bendahara itu tidak jujur. Dia telah memanifestasikan tiga keinginan dari dunia ini dalam tindakan nyata. Santo Yohanes mengungkapkan, “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yoh 2:16).

Ada tiga keinginan yang menjadi tanda-tanda anak-anak dunia, yaitu: (1) Keinginan daging adalah mengejar kesenangan, (2) keinginan mata adalah mengejar kekayaan, dan (3) keangkuhan hidup adalah keinginan yang salah berfikir tentang kesempurnaan diri sendiri.

Bendahara itu mencoba mengejar kesenangan dengan menghambur-hamburkan uang tuannya. Dia juga mengejar kekayaan dengan berbohong, dengan harapan orang yang ditolongnya akan menampungnya di rumah mereka, kalau dia telah kehilangan pekerjaannya. Akhirnya keangkuhannya membuat dia berbohong, karena dia tidak mau sampai jatuh miskin yang dia pikir dapat menurunkan derajatnya. Hamba itu berusaha dengan segala cara untuk menyelamatkan dirinya, termasuk dengan berbuat dosa.

Spontan kita akan bertanya, kenapa tuan itu memuji tindakan dari hamba yang tidak jujur itu? Yesus memakai perumpamaan itu untuk menyampaikan kepada kita bahwa anak-anak dunia ini memang mempunyai talenta kecerdikan untuk urusan dunia. Dan kecerdikan inilah yang seharusnya juga diterapkan untuk urusan Sorgawi, untuk tugas perutusan dalam mewartakan kabar gembira. Kita perlu menggunakan tiga daya jiwa dengan baik, yaitu: daya cipta (kecerdasan), daya rasa (kepekaan), dan daya karsa (komitmen bertindak).

Pertanyaannya refleksinya, Sejauhmana kita sudah menggunakan tiga daya jiwa itu dalam hidup sehari-hari? Apa yang bisa kita ambil hikmah dari Bendahara yang tidak jujur tersebut?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr

WhatsApp
Facebook
Twitter
Email

Berita Terkait

KALENDER LITURGI

Hari Ini dalam Liturgi