Sabda Tuhan Yesus hari ini mengingatkan kepada kita pentingnya melaksanakan Firman Tuhan. Sebagai pengikut-Nya, kita tidak cukup hanya menjadi pembaca Firman dan pendengar Firman saja. Tetapi kita dituntut untuk menjadi pelaksana Firman Tuhan.
Ibadat Jalan Salib yang diselenggarakan oleh UBK Santa Lidwina Kevikepan Semarang bersama Paroki Santo Paulus Sendangguwo di Semarang telah berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Pada tanggal 25 Maret ini Gereja merayakan Hari Raya Kabar Sukacita. Dasar biblis Hari Raya ini adalah kunjungan Malaikat Gabriel kepada Bunda Maria (bdk. Luk 1:26-38). Hari raya ini dirayakan oleh Gereja Katolik setiap 25 Maret, tepat sembilan bulan sebelum kelahiran Yesus (Hari Raya Natal).
Saat merenungkan sabda Tuhan hari ini saya teringat akan sebuah kisah inspirarif. Ada seorang pemain akrobatik menunjukkan kehebatannya berjalan melintasi seutas tali yang diikatkan pada dua buah tiang yang tinggi. Suasana tegang.
Ada ungkapan: “Yen kowe bener, aku melu seneng. Yen kowe salah, kowe tak apura” (Jika kamu benar, saya ikut senang. Jika kamu salah, saya maafkan). Kata-kata itu sangat menyejukkan suasana dan menentramkan hati.
Menghirup kembali tradisi kuno Gereja Latin, Paroki Santo Franciscus Xaverius Kebon Dalem bekerja sama dengan Saintpedia menyelenggarakan rangkaian acara "Ziarah Relikui" yang berlangsung pada 19-22 Maret 2026.
Pada 10-18 Maret 2026, Paroki Santa Maria Gubug melaksanakan kegiatan kunjungan lansia ke lingkungan sebagai wujud nyata perhatian, kepedulian, dan kasih Gereja kepada umat, khususnya para lansia.
Sabda Tuhan Yesus hari ini mengingatkan kepada kita pentingnya melaksanakan Firman Tuhan. Sebagai pengikut-Nya, kita tidak cukup hanya menjadi pembaca Firman dan pendengar Firman saja. Tetapi kita dituntut untuk menjadi pelaksana Firman Tuhan.
Ibadat Jalan Salib yang diselenggarakan oleh UBK Santa Lidwina Kevikepan Semarang bersama Paroki Santo Paulus Sendangguwo di Semarang telah berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Pada tanggal 25 Maret ini Gereja merayakan Hari Raya Kabar Sukacita. Dasar biblis Hari Raya ini adalah kunjungan Malaikat Gabriel kepada Bunda Maria (bdk. Luk 1:26-38). Hari raya ini dirayakan oleh Gereja Katolik setiap 25 Maret, tepat sembilan bulan sebelum kelahiran Yesus (Hari Raya Natal).
Saat merenungkan sabda Tuhan hari ini saya teringat akan sebuah kisah inspirarif. Ada seorang pemain akrobatik menunjukkan kehebatannya berjalan melintasi seutas tali yang diikatkan pada dua buah tiang yang tinggi. Suasana tegang.
Ada ungkapan: “Yen kowe bener, aku melu seneng. Yen kowe salah, kowe tak apura” (Jika kamu benar, saya ikut senang. Jika kamu salah, saya maafkan). Kata-kata itu sangat menyejukkan suasana dan menentramkan hati.