Selama hampir tiga jam, kekuatan utama dari pementasan ini terus memancar melalui eksplorasi pergulatan batin para murid, merobek batas antara masa lalu dan realitas hari ini dengan menyisipkan unsur tragedi sekaligus sedikit komedi yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Kesombongan yang naif, kelucuan dari ketakutan manusiawi para prajurit, dan kepongahan penguasa duniawi dilebur menjadi satu, menertawakan sekaligus meratapi betapa rapuhnya ekspektasi manusia saat dihadapkan pada kehendak ilahi.