Merenungkan bacaan Injil pada hari ini, saya teringat akan kiriman kisah inspiratif dari seorang teman tentang pengorbanan seorang ibu yang luar biasa.
Pada suatu hari saat ada pertemuan OMK, ada seorang OMK yang bertanya kepada saya, “Romo, saya ditanya teman muslim. Kenapa kamu orang katolik makan B2 dan B1? Bukankah itu makanan haram? Mohon penjelasan, Romo”
Dalam Injil kemarin banyak orang datang menemui Yesus mohon disembuhkan. Bacaan Injil pada hari ini menceritakan alasan orang Farisi dan ahli Taurat menemui Yesus untuk mencari kesalahan Dia supaya bisa menangkapNya.
Selain sebagai penerangan, pelita juga berfungsi untuk menghangatkan. Begitulah seharusnya keberadaan kita orang beriman Katolik di dunia ini, yaitu mampu menghadirkan kehangatan bagi orang-orang di sekitar. Mengapa?
Merenungkan bacaan Injil pada hari ini, saya teringat akan kiriman kisah inspiratif dari seorang teman tentang pengorbanan seorang ibu yang luar biasa.
Pada suatu hari saat ada pertemuan OMK, ada seorang OMK yang bertanya kepada saya, “Romo, saya ditanya teman muslim. Kenapa kamu orang katolik makan B2 dan B1? Bukankah itu makanan haram? Mohon penjelasan, Romo”
Dalam Injil kemarin banyak orang datang menemui Yesus mohon disembuhkan. Bacaan Injil pada hari ini menceritakan alasan orang Farisi dan ahli Taurat menemui Yesus untuk mencari kesalahan Dia supaya bisa menangkapNya.
Selain sebagai penerangan, pelita juga berfungsi untuk menghangatkan. Begitulah seharusnya keberadaan kita orang beriman Katolik di dunia ini, yaitu mampu menghadirkan kehangatan bagi orang-orang di sekitar. Mengapa?