Rabu, 4 November 2026
PW St.Carolus Boromeus
Bacaan: Luk 14:25-33
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Dalam bacaan Injil pada peringatan wajib Santo Carolus Borromeus hari ini, Tuhan Yesus menyampaikan syarat menjadi murid-Nya. Syaratnya, kita harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Dia dengan setia.
Memikul salib yang dimaksud Yesus ialah siap menghadapi semua risiko dengan wani nggetih (total siap dengan segala resiko), seperti dialami oleh Yesus, para martir dan para kudus. Hal itu dilakukan demi kesetiaan pada kehendak Allah dan keselamatan manusia. Kita siap untuk menanggung hal terburuk yang mungkin ditimpakan oleh orang lain pada kita karena kita percaya dan taat pada ajaran Yesus.
Salib Kristus bukanlah akhir segala-galanya, tetapi tanda bukti nyata kasih Allah akan manusia yang berdosa. Salib Kristus menyelamatkan dan memberikan pengharapan bagi kita. Salib Kristus menjadi bukti nyata belaskasih Allah pada manusia.
Hari ini tanggal 4 November, Gereja memperingati Santo Carolus Borromeus, uskup Milan (46 th: 1538-1584). Dia diangkat menjadi kardinal. Dia berjasa dalam Konsili Trente. Sebagai tindak lanjut Konsili Trente, Kardinal Carolus ini mendirikan seminari-seminari agar pendidikan calon imam menjadi lebih baik dan bermutu.
Motto tahbisan uskupnya adalah kerendahanhati. Sebagai uskup ia sangat menyadari kebutuhan rohani umatnya. Pada waktu itu kehidupan iman umat sangat merosot. Sangat sedikit orang hadir dalam misa minggu.
Carolus memberi teladan dalam berdoa, mengaku dosa, berpuasa dan hidup sederhana. Ia suka berdoa berjam-jam di depan salib Kristus. Ia rajin mengunjungi umatnya, mengadakan rapat dengan para imam, mengajar agama dan berkotbah. Dia wani nggetih dalam menjadi gembala umat. Carolus berhasil menyalakan kembali api semangat Kristiani dalam hati umatnya. Ia berusaha memanfaatkan talenta demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama.
Ketika sebuah wabah ganas menyerang dan mengakibatkan banyak kematian di Milan, Kardinal Carolus tidak memikirkan hal lain kecuali merawat umatnya. Ia berdoa dan bermatiraga. Ia membentuk kelompok-kelompok umat yang membantunya membagikan makanan. Ia juga mendirikan altar di jalan-jalan agar orang-orang yang sakit itu dapat ikut ambil bagian dalam Perayaan Ekaristi lewat jendela rumah mereka.
Dia meninggal dalam usia 46 tahun. Dia dinyatakan kudus oleh Paus Paulus V pada tahun 1610.
Pertanyaan refleksinya, apa makna salib bagi kita? Sejauhmana kita wani nggetih dalam mengikuti Kristus? Selamat berpesta pelindung para Suster Carolus Borromeus (CB), dan juga Anda yang bernama baptis Carolus Borromeus.
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr



