UPP KOMSOS KAS – Komunikasi Sosial (Komsos) Kevikepan Yogyakarta Timur menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan media komunikasi di tingkat paroki. Salah satu agenda terdekat adalah Pelatihan Akbar Komsos pada 28–29 November 2026 di Pondok Shakuntala, Gunungkidul, dengan materi utama pembuatan konten kreatif untuk media sosial.
Rencana program tersebut dibahas dalam pertemuan Komsos Kevikepan Yogyakarta Timur yang berlangsung di Kafe UPP Komsos KAS, Minggu (1/11/2026). Pertemuan diikuti perwakilan Komsos paroki dan UPP Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang (KAS), dengan pendampingan Romo Kristoforus Rhesa Alem Pramudita.
Selain pelatihan pada November 2026, Komsos Kevikepan juga merencanakan program peningkatan keterampilan untuk tahun 2027. Materi yang diusulkan meliputi perencanaan konten, fotografi, videografi, desain grafis, jurnalistik, penulisan naskah, pengelolaan media sosial, serta pemeliharaan dan inventarisasi peralatan. Peserta diharapkan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota Komsos di paroki masing-masing.
Komsos Kevikepan juga menyiapkan sejumlah program produksi konten. Program Dari Pikiran Romo (DPR), misalnya, berupa video singkat berdurasi 30 detik hingga satu menit yang direncanakan terbit setiap bulan. Ada pula konten katekese, Komsos paroki akan dilibatkan sebagai penyedia talenta, sedangkan penyusunan naskah dikoordinasikan di tingkat kevikepan.
Program lain yang direncanakan adalah Paroki Hijau, yakni produksi konten tentang praktik kepedulian terhadap lingkungan di paroki. Materinya dapat berupa pengelolaan sampah, pengumpulan botol plastik, dan penggunaan tanaman hidup dalam pot sebagai pengganti bunga potong. Program ini direncanakan berlangsung setiap empat bulan dengan koordinasi bersama Romo Rhesa.
Pertemuan juga membahas jadwal anjangsana Komsos Kevikepan pada 2027. Kegiatan direncanakan berlangsung pada Februari di wilayah Sleman Timur/Nandan, Mei di wilayah Kota/Kotabaru, dan November di Paroki Bandung, Gunungkidul. Anjangsana akan disertai lokakarya singkat sesuai kebutuhan Komsos paroki, termasuk pelatihan teknis siaran langsung.
Dalam pembahasan, sejumlah perwakilan paroki menyampaikan kebutuhan peningkatan keterampilan fotografi, videografi, penyuntingan, desain, jurnalistik, dan pengelolaan media digital. Persoalan koordinasi antara tim Komsos dan multimedia paroki juga menjadi perhatian. Keduanya perlu saling berkomunikasi agar pengelolaan kanal informasi paroki berjalan selaras dan tidak tumpang tindih.

Pendamping Komsos Kevikepan Yogyakarta Timur, Romo Rhesa, mengajak tim Komsos menggunakan tiga prinsip dalam menjalankan pelayanan komunikasi, yakni Context, Closeness, dan Creativity (3C). Konteks pelayanan perlu disesuaikan dengan arah pastoral paroki, termasuk Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan (FIBB) serta gerakan Paroki Hijau. Kedekatan dibangun melalui komunikasi dengan pastor paroki, anggota Komsos, dan kelompok pelayanan lain. Sementara itu, kreativitas perlu dikembangkan dengan memanfaatkan gagasan, fasilitas, peralatan, dan sumber daya yang tersedia.
Ketua UPP Komunikasi Sosial KAS, Romo Benediktus Nugroho Susanto, mengingatkan bahwa pelayanan Komsos tidak berhenti pada dokumentasi kegiatan. Komsos juga perlu mengolah dokumentasi menjadi informasi yang komunikatif, publikasi, dan materi edukasi. Ia juga menyampaikan perlunya dukungan Komsos paroki dalam mendokumentasikan perjalanan pastoral Uskup, khususnya penerimaan Sakramen Krisma, melalui foto-foto berkualitas yang dapat digunakan sebagai arsip keuskupan.



