Sabtu, 25 April 2026
Bacaan Injil: Mrk 16:15-20
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Panggilan Tuhan itu misteri. Cara penyertaan Tuhan bagi kita umat-Nya itu luar biasa. Seringkali tak bisa kita duga dan tebak. Dia begitu kreatif. Kadang kita tidak bisa memahaminya. Kalau sudah memilih dan memanggil seseorang menjadi utusan-Nya, banyak cara Tuhan menyertai kita.
Merenungkan bacaan Injil pada pesta Santo Markus hari ini, saya teringatkan akan salah satu sharing dari seorang umat lewat WhatsApp. “Thanks, ya, Romo. Jujur, Mo. Selama di rantau, saat sakit, bingung, takut, marah, satu-satunya yang saya rusuhi jelas Romo…Saya demam, baru WhatsApp Romo saja bisa turun langsung. Saya marah, lihat foto Romo bisa tenang. Makasih banyak, ya, Mo… Gbu always”.
Dalam permenungan saya, saya dituntun pada kesadaran bahwa itulah karya Tuhan. Itulah misteri penyertaan Tuhan bagi utusan-Nya, imam-Nya. Rahmat Sakramen Imamat sungguh luar biasa. Persis seperti janji Tuhan Yesus yang bangkit dalam bacaan Injil hari ini. “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”.
Bagi saya, kesaksian umat itu menjadi salah satu tanda-tanda Tuhan yang menyertai pelayanan saya. Dalam pengalaman kita masing-masing, Allah pun pasti menyertai kita dengan rahmat-rahmat yang kita butuhkan, baik di keluarga, di dalam pekerjaan, di pelayanan maupun di tengah masyarakat.
Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Markus, pengarang Injil. Ia menjadi tanda kasih Allah bagi Gereja. Injil Markus adalah injil paling tua. Bahkan menjadi “sumber” atau rujukan penulis injil yang lain. Markus berasal dari Yerusalem. Setelah Petrus dan Paulus dibunuh oleh Kaisar Nero di Roma, Markus berangkat ke Mesir. Di sana ia disebut oleh Santo Hieronimus sebagai “Bapa para pertapa di gurun pasir Mesir”.
Kemudian Markus menjadi Uskup Aleksandria dan dibunuh sebagai saksi Kristus. Pada abad ke-9 relikwinya dibawa ke Venesia, Italia. Saat ini relikwinya disimpan di dalam Basilika Santo Markus di Venice (Venesia).
Hidup, karya pelayanan, dan kematian Santo Markus menjadi kesaksian yang nyata sampai saat ini. Tuhan hadir dan berkarya melalui tulisan dan hidup Santo Markus. Ia mau dipakai Tuhan mewartakan kasih-Nya.
Pertanyaan refleksinya, Seberapa besar kita percaya dan menyadari akan penyertaan Tuhan dalam hidup kita saat ini? Bersediakah kita dilibatkan Tuhan dalam karya pewartaan kabar gembira pada masa kini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).# Y. Gunawan, Pr









