BKL Hari 16: Sakramen-Sakramen Inisiasi
Bapak Ignatius memiliki putri Kartika yang berkebutuhan khusus. Ia bersyukur atas anugerah pembaptisan putrinya bersama 248 penyandang disabilitas lainnya di salah satu Gereja. Kartika pun secara resmi masuk dalam persekutuan Gereja Katolik. Apa yang dimaksud dengan sakramen Inisiasi dalam Gereja Katolik? Kata inisiasi berasal dari bahasa Latin initiatio(kata benda) dan inire atau initiare (kata kerja) […]
BKL Hari 15: Liturgi Sakramen, Liturgi Harian, dan Sakramentali
Saat berjumpa dengan pak Teguh, prodiakon paroki, pak Tomo sebagai ketua lingkungan bertanya: “Pak Teguh, apa bisa memimpin liturgi pemberkatan sepeda motornya keluarga Stefanus ya?” Pak Teguh sebagai prodiakon baru itu sambil senyum-senyum menjawab: “Boleh…boleh, pemberkatan sepeda motor kan termasuk liturgi…jadi sudah tugas saya itu, bukan tugas pak pamong lingkungan”. Pak Tomo senang sekali, lalu […]
BKL Hari 14: Makna dan Nilai Perayaan Ekaristi
Setelah merayakan Ekaristi harian, seorang ibu mengatakan demikian: “Rama, sudah sejak kecil saya setiap hari pergi ke gereja. Saya merasa ada sesuatu yang kurang dan hidup terasa hampa jika tidak ikut Ekaristi. Hari Minggu kemarin saya merasa kecewa karena peneguhan perkawinan cucu saya tidak dirayakan dengan Ekaristi“. Dengan Ekaristi yang pertama (Komuni Pertama) dan dengan […]
BKL Hari 13: Ekaristi: Tinggal dalam Kristus dan Berbuah
“Ekaristi: Tinggal dalam Kristus dan Berbuah” menjadi tema besar dalam Kongres Ekaristi Keuskupan II di Keuskupan Agung Semarang. Kita diingatkan bahwa pada saat perayaan Ekaristi kita tinggal bersama dengan Tuhan. Seluruh bagian dalam perayaan Ekaristi menjadi saat yang istimewa yaitusaat bersama dengan Tuhan. Ia hadir di tengah kita. Kita dan banyak umat merasakan bahwa pada […]
BKL Hari 12: Doa dan Devosi Pribadi dalam Perayaan Ekaristi
“Hai! Warna rosariomu kok aneh, merah putih?” tanya Winda pada Nuridi halaman gereja pada hari Minggu. “Baguslah! Seperti bendera merah putih. Ini baru lho. Rosario ini merupakan pemberian tante saya yang tinggal di Jakarta,” jelas Nuri. “Luar biasa. Sudah dipakai untuk doa?” tanya Winda lagi. “Belumlah. Saya mau inreyen selama Misa nanti,” imbuh Nuri penuh […]
BKL Hari 11: Struktur Pokok Perayaan Ekaristi dan Keutuhannya
Pada suatu perayaan Ekaristi di Gereja, Anita bertugas untuk pertama kalinya sebagai pengedar kotak kolekte. Ia sudah diberi tahu agar harus siap di tempat begitu liturgi sabda selesai. Karena baru pertama kali bertugas, Anita tidak tahu apa yang dimaksud dengan bagian akhir dari liturgi sabda. Anitaberpikir bahwa ia harus mulai mengedarkan kotak kolekte setelah bacaan […]
BKL Hari 10: Perwujudan Iman dan Perayaan Iman
Keluarga Bapak Kukuh dikenal aktif dalam kegiatan Gereja dan masyarakat. Ibu Kukuh saat ini diajukan oleh lingkungan menjadi Prodiakon. Bapak Kukuh aktif di tim kerja PSE dan pengurus RT paroki. Mereka dikaruniai tiga anak. Anak pertama sedang menyusun skripsi dan aktif di Karang Taruna. Anak kedua dan ketiga rajin menjadi putra altar di Gereja. Walaupun […]
BKL Hari 9: Kehadiran Kristus dalam Perayaan Ekaristi
Di pintu utama suatu gereja terpasang tulisan demikian:”Datang terlambat, pulang duluan, kehilangan berkat Tuhan”. Tulisan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan bahwa tidak sedikit umat yang datang terlambat untuk mengikuti Perayaan Ekaristi.Namun mereka bergegas pulang setelah menyambut Komuni tanpa menanti berkat dan pengutusan. Bagi mereka, yang penting adalah menyambut Komuni Kudus. Bagian tata Perayaan Ekaristi yang lain bisa […]
BKL Hari 8: Ekaristi sebagai Puncak dan Pusat seluruh Liturgi
Pada hari Minggu pagi, Pak Karsosuwung kelihatan begitu sibuk menata dagangannya berupa pakaian. Cucunya yang bernama Bimobersiap-siap pergi ke Gereja untuk mengikuti perayaan Ekaristi. Bimo kelihatan terkejut melihat kakeknya tidak pergi ke Gereja.Ia bertanya: “Mbah, ini hari Minggu kok tidak pergi ke Gereja?” Jawab Pak Karsosuwung: “Le, kemarin diumumkan bahwa hari ini car-freeday di depan […]
Liturgi dan Hidup Sehari-hari
Liturgi dan hidup sehari-hari merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Iman dirayakan dalam perayaan liturgi. Iman diwujudkan dalam hidup sehari-hari. Oleh karenanya, pengalaman hidup harian dibawa dan dipersembahkan dalam sebuah perayaan liturgi. Buah-buah yang didapatkan dalam perayaan liturgi dibawa dan dihidupi dalam hidup keseharian.