Senin, 6 Juli 2026
Bacaan Injil: Mat. 9:18-26
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Apa yang dikatakan dan dilakukan itu bisa menggambarkan bagaimana sikap seseorang terhadap orang lain. Demikian juga gerak tubuh atau tingkah laku kita bisa mengungkapkan apa yang menjadi reaksi kita terhadap sesuatu atau seseorang.
Status kita di media sosial juga bisa mencerminkan isi hati kita, harapan kita atau reaksi kita terhadap sesuatu peristiwa atau terhadap pribadi tertentu.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan bagaimana reaksi dan tanggapan orang terhadap Yesus. Setelah tahu siapa Yesus, seorang kepala rumah ibadat mengagumi dan menyembah Yesus. Dia percaya dan memohon kepada Yesus agar Yesus bisa membangkitkan anak perempuannya yang baru saja meninggal dunia.
Reaksi lain muncul dari orang-orang yang berkumpul di rumah kepala ibadat itu. Begitu tahu Yesus datang dan mengatakan bahwa anak itu tidak mati, tetapi tidur, maka mereka menertawakan Yesus. Mereka tidak percaya pada Yesus. Menertawakan di sini bisa berarti mengejek, mencibir, atau tidak percaya pada ucapan Yesus.
Mukjizat pun terjadi. Yesus membangkitkan anak perempuan itu. Anak itu hidup Kembali. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Dari sini kita bisa belajar, untuk melakukan sesuatu yang baik, jangan takut ditertawakan, dicemooh atau diejek. Mari maju terus berbuat baik dalam kehidupan ini.
Pertanyaan refleksinya, Apakah kita pernah direndahkan, dicibir, dan diejek saat mau berbuat baik? Bagaimana sikap kita terhadap reaksi orang lain itu?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









