Percik Firman: Disentuh secara Pribadi oleh Tuhan

Twitter
WhatsApp
Email
Bergulat dalam iman dengan meragukan kehadiran Tuhan Yesus pernah dialami Santo Tomas yang kita rayakan pestanya hari ini. Ia tidak percaya akan Yesus yang bangkit.

Jumat Pertama, 3 Juli 2026
Pesta St. Tomas Rasul
Bacaan Injil: Yoh 20:24-29

Saudari-saudara yang terkasih,
Bergulat dalam iman dengan meragukan kehadiran Tuhan Yesus pernah dialami Santo Tomas yang kita rayakan pestanya hari ini. Ia tidak percaya akan Yesus yang bangkit. Sampai akhirnya Yesus datang dan berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah”.

Dengan penuh keyakinan kemudian Tomas mengatakan, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Potongan jari Santo Tomas itu menjadi relikwi dan sekarang disimpan di Basilika Santa Croce (Salib Suci) di Roma. Di basilika itu juga tersimpan relikwi potongan kayu salib Yesus, potongan tulisan INRI, sepotong kuku, dua potong duri dari mahkota yang dikenakan Yesus, dan potongan kayu salib penjahat yang bertobat.

Santo Agustinus pernah menulis refleksi yang menarik tentang Santo Tomas. Diungkapkan, “Dengan pengakuannya dan dengan menjamah luka Tuhan, ia sudah mengajarkan kepada kita apa yang harus dan patut kita percayai. Ia melihat sesuatu dan percaya sesuatu yang lain. Matanya memandang kemanusiaan Yesus, namun imannya mengakui Ke-Allah-an Yesus, sehingga dengan suara penuh gembira tercampur penyesalan mendalam, ia berseru: Ya Tuhanku dan Allahku”.

Santo Tomas jatuh tersungkur di kaki Sang Guru dan mengucapkan ungkapan imannya yang indah, yang terus kita ulangi sampai hari ini dalam doa-doa kita; “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Pengalaman disentuh Tuhan membuat Tomas menjadi pewarta ulung dan diyakini berlayar ke India pada tahun 52 M untuk mengabarkan Injil kepada orang Yahudi diaspora di Kerala. Ia mendarat di pelabuhan kuno Muziri. Menurut tradisi, Santo Tomas mati sebagai martir di India pada tahun 72 M dan dimakamkan di Gereja Katedral Santo Tomas.

Pertanyaan refleksinya, apakah kita pernah meragukan Tuhan dalam hidup ini? Apakah kita mempunyai pengalaman personal disentuh oleh Tuhan, sehingga menjadi bersemangat dalam hidup ini?

Santo Tomas, doakanlah kami. Selamat berpesta pelindung bagi Anda dan paroki yang di bawah perlindungan Santo Tomas.

Hati Yesus yang Mahakudus, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu yang lemah lembut, murah hati dan rendah hati.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr