Percik Firman: Ketularan Kekudusan Yesus

Twitter
WhatsApp
Email
Yesus diimani sebagai Yang Kudus dari Allah. Bacaan Injil hari ini mengungkapkan tangan Yesus menjamah tubuh si kusta.

Jumat, 26 Juni 2026
Bacaan Injil: Mat 8:1-4

Saudari-saudara yang terkasih,

Yesus diimani sebagai Yang Kudus dari Allah. Bacaan Injil hari ini mengungkapkan tangan Yesus menjamah tubuh si kusta.

Bagi masyarakat Yahudi, orang sakit kusta dianggap najis dan berdosa. Maka, perlu dijauhi dan dihindari.Yesus diimani sebagai Yang Kudus dari Allah. Bacaan Injil hari ini mengungkapkan tangan Yesus menjamah tubuh si kusta. Tapi bagi Yesus, orang kusta bukanlah orang yang kotor dan najis.

Ketika tangan-Nya yang kudus menjamah si kusta, yang terjadi bukan Yesus tertular kusta dan kenajisannya, tetapi justru si kusta ketularan kekudusan Yesus dan menjadi sembuh atau tahir.

Apakah kita sakit kusta? Secara fisik, kulit kita tentu tidak sakit kusta. Tetapi mungkin hati atau pikiran kita ber “kusta”. Amat mudah kita berpikiran, berperasaan, berprasangka, dan berkata negatif terhadap orang lain. Dengan demikian, kita sebenarnya menderita “kusta”. Bukan kusta di kulit, tetapi kusta dalam hati dan pikiran kita.

Dengan menyimpan dendam di hati, dengan berpikiran kotor dan negatif tentang orang lain, kita mengalami sakit kusta. Maka, marilah kita mohon kepada Tuhan yang kudus agar Ia berkenan mengulurkan tangan-Nya untuk menjamah pikiran dan hati kita.

Kita mohon agar tidak mudah berpikiran, berperasaan, berprasangka, dan berkata negatif terhadap orang lain dan tentang orang lain (suami, istri, anak, orang tua, rekan kerja, murid, pimpinan, sahabat, dsb.).

Pertanyaan refleksi, Bagaimana sikap kita terhadap saudara-saudari yang sakit? Adakah “kusta rohani” yang pernah kita alami?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr