Percik Firman: Olah Kasalehan dengan Sukacita

Twitter
WhatsApp
Email
Dalam masyarakat Yahudi zaman Yesus ada tiga olah kesalehan yang diwariskan turun temurun, yakni: berdoa, berderma dan berpuasa. Berdoa adalah salah satu keutamaan dan olah kesalehan dalam hidup beriman sampai sekarang.

Sabtu Imam, 4 Juli 2026
Bacaan Injil: Mat 9:14-17

“Waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa”

Saudari-saudara yang terkasih,
Dalam masyarakat Yahudi zaman Yesus ada tiga olah kesalehan yang diwariskan turun temurun, yakni: berdoa, berderma dan berpuasa. Berdoa adalah salah satu keutamaan dan olah kesalehan dalam hidup beriman sampai sekarang.

Hari ini adalah hari Sabtu Imam. Hari yang secara khusus didedikasikan untuk berdoa bagi panggilan menjadi imam dan mendoakan para imam serta calon imam.

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai mempelai laki-laki, sedangkan umat-Nya adalah sebagai sahabat-sahabat-Nya. Dia sedang menjelaskan bahwa puasa bukanlah kegiatan agamawi belaka. Bukan pula mencari kesaktian diri. Puasa bukanlah sekedar melakukan apa yg ditulis oleh Hukum Taurat tanpa mengerti mengenai maknanya. Tetapi, puasa adalah salah satu cara agar kita dapat lebih akrab dengan Tuhan.

Sayangnya, ada banyak orang yg menjadikan puasa sebagai aksi mogok makan di hadapan Tuhan. Dengan lain kata, kalau saya berdoa, dan saya belum mendapatkan jawaban doa, maka saya akan puasa di hadapan Tuhan, sampai saya dapat jawaban. Sepertinya dengan berpuasa, kita memaksa Tuhan.

Puasa bukanlah memaksa Tuhan untuk melakukan apa yang saya mau. Tetapi dengan berpuasa itu memaksa saya untuk berjalan lebih dekat dengan Tuhan, memaksa saya agar tidak terikat dengan hal-hal duniawi. Memaksa saya agar tidak terikat dengan kesenangan-kesenangan daging. Tetapi sebaliknya kesenangan daging tunduk pada Kuasa Allah, dan mengalami kasih Allah.

Mari dalam hidup ini kita menari bersama Roh Allah. Kita biarkan diri kita dibentuk dan dituntun Allah. Jangan mendikte Allah. Jangan memaksa Allah. Jika niat kita baik, pasti Allah akan memberikan kelancaran pada kita. Demikian juga alam semesta akan mendukung kita. Mestakung alias Semesta mendukung.

Ada dua hal yang harus ada di dalam upacara perkawinan adalah baju baru dan anggur baru. Pada setiap perkawinan, pasti ada anggur, yang mengungkapkan rasa sukacita. Puasa biasanya mengungkapkan keprihatinan atau tirakat.

Pertanyaan refleksinya, Apa makna puasa bagi hidupmu?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr