Sabtu Imam, 7 Maret 2026
Bacaan Injil : Luk 15:1-3.11-32
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Bacaan Injil hari Sabtu Imam ini mengisahkan perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang atau bisa juga Bapa yang penuh kasih sayang. Sang Bapak bersukacita karena anaknya bungsu yang hilang sudah pulang kembali. Atas kepulangan anaknya, sang bapak mengadakan syukuran dan bersukacita.
Anaknya dipakaikan cincin, sepatu, dan jubah yang indah. Selain itu, para hambanya diminta untuk menyembelih anak lembu tambun. Cincin merupakan lambang otoritas atau hak yang sepenuhnya diberikan kembali kepada anak bungsu sebagai pewaris sah atas kekayaannya. Sepatu menjadi tanda bahwa anak bungsu bukan budak, tetapi orang merdeka kembali.
Dengan memberikan jubah terbaik, bapak itu mau mengungkapkan bahwa dia menerima sepenuhnya si bungsu sebagai anaknya lagi. Sekaligus meminta kepada para hambanya untuk juga menerima kembali anaknya dan memberikan hormat.
Akhirnya, bapak itu memerintahkan untuk menyembelih anak lembu yang gemuk untuk berpesta serta mengundang para penari dan pemusik. Artinya, pesta itu merupakan pesta sukacita yang istimewa dan berbagi berkah untuk orang lain.
Sukacita adalah tanda bahwa orang itu beriman. Orang yang bersukacita mempunyai energi positif yang luar biasa. Bahkan sukacita bisa menciptakan aura positif dalam hidup bersama.
Menurut peta kesadaran diri yang disampaikan David R. Hawkins, Ph.D dalam buku “Power Vs Force”, diungkapkan bahwa level sukacita itu berada dalam nilai atau score 540. Energi positifnya sangat tinggi. Bahkan level sukacita ini ada di atas level cinta (nilai 500).
Belaskasih Bapa melahirkan sukacita bagi manusia. Sukacita yang dibagikan itu membawa berkah. Sukacita itu bisa nyetrum atau menular. Bahkan bisa dirasakan oleh banyak pihak.
Kita bersyukur karena Allah kita adalah Allah Bapa yang penuh belas kasih. Tuhan Yesus menegaskan bahwa yang bersukacita tidak hanya manusia, tetapi penghuni surga pun bersukacita karena ada orang yang bertobat.
Pertanyaan refleksinya, pengalaman kasih apa yang pernah kita alami dalam hidup ini? Sukacita akan apa yang sedang kita rasakan akhir-akhir ini? Mari jangan lupa bahagia dan sukacita yach.
Terimakasih atas dukungan doa-doanya untuk para imam dan calon imam.
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









