Senin, 27 April 2026
Bacaan Injil: Yoh 10:11-18
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Kepemimpinan Kristiani menawarkan paradigma yang luar biasa. Bahkan memberikan warna yang khas dalam kehidupan masyarakat sampai saat ini. Kepemimpinan Kristiani tak bisa dilepaskan dari gaya kepemimpinan Sang Guru Utama, yaitu Yesus Kristus.
Kepemimpinan Kristiani harus berpusat pada Kristus (Christ-centered), berorientasi pada pelayanan (service-oriented) bukan pada otoritas atau status, dan melayani sebanyak mungkin orang. Salah satu tokoh yang menganalisa kepemimpinan kristiani adalah Pater Anthony D’Souza, SJ.
Anthony D’Souza menyimpulkan ada tiga gambaran kepemimpinan Yesus, yang disingkat dengan 3S, yaitu Servant (Pelayan), Steward (Pengurus/Pengelola), dan Shepherd (Gembala).
Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus menegaskan bahwa Dia adalah Gembala yang Baik (Pastor Bonus atau Good Shepherd). Yesus mengungkapkan bagaimana kualitas pemimpin sebagai Gembala itu.
Ada tujuh karakteristik kualitas pemimpin sebagai gembala, yaitu: mengenal domba-dombanya; hadir dan siap sedia melayani; memimpin dari depan, menuntun atau membimbing; berani; peduli pada domba yang hilang atau tersesat; dan mempunyai semangat pengorbanan diri.
Dalam Anjuran Apostolik Evangelii Gaudium (Sukacita Injil) yang dikeluarkan Paus Fransiskus, para imam (gembala) diharapkan selalu membangun kesatuan dengan umat secara utuh, lahir dan batin. Diungkapkan, “… para pewarta Injil (imam) memiliki semangat ‘bau domba’ dan domba pun mau mendengarkan suara mereka” (EG, No. 24).
Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita perlunya relasi yang baik antara gembala dan domba: saling mengenal, melayani, mau berkorban, dan meneguhkan dalam peziarahan ini.
Saya secara pribadi bersyukur bahwa umat merasa dekat dan akrab dengan para imam Diosesan/Praja. Imam Diosesan adalahnya imamnya Keuskupan (Dioses), tulang punggung Keuskupan, rekan kerjanya (bala tentara) Bapa Uskup. Imam Diosesan itu berakar, bertumbuh, berkembang dan berbuah bersama umat. Imam diosesan lahir dari umat, hidup di dalam umat, dan berkarya untuk umat.
Tuhan Yesus bersabda, “Aku mengenal domba-dombaKu…”. Kita bisa nyicil ayem karena Dia mengenal kita, Dia tahu benar masalah dan pergumulan kita, keberadaan kita selalu di bawah penyertaanNya. Jadi, Ia tahu ke mana Ia membimbing kita, Ia tahu padang rumput yang hijau, Ia tahu tempat di mana kita dapat beristirahat dan kapan kita merasa letih dan haus.
Pertanyaan refleksinya, bagaimana relasi kita dengan Yesus Sang Gembala Baik akhir-akhir ini? Bagaimana relasi kita dengan rama paroki kita selama ini?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









