Percik Firman: Imam Anugerah Paling Berharga

Twitter
WhatsApp
Email
Pada hari ini kita merayakan Hari Minggu Paskah IV sekaligus Hari Minggu Panggilan. Pada tahun 2026 ini kita merayakan Minggu Pangilan Sedunia ke-63. Biasanya di banyak paroki diadakan aneka kegiatan aksi panggilan, promosi panggilan, dll.

Minggu Paskah IV, 26 April 2026

Hari Minggu Panggilan

Bacaan Injil: Yoh 10:1-10

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Pada hari ini kita merayakan Hari Minggu Paskah IV sekaligus Hari Minggu Panggilan. Pada tahun 2026 ini kita merayakan Minggu Pangilan Sedunia ke-63. Biasanya di banyak paroki diadakan aneka kegiatan aksi panggilan, promosi panggilan, dll.

Merenungkan bacaan Injil hari ini, kita diingatkan akan pribadi Yesus sebagai gembala yang baik. Seorang gembala yang baik dikenali dan diikuti oleh domba-dombanya. Dia menuntun domba-dombanya menuju keselamatan. Seorang gembala akan masuk melalui pintu. Suaranya pun akan dikenali oleh domba-dombanya.

Tuhan Yesus juga menyatakan diri-Nya sebagai pintu keselamatan. Yesus menegaskan, “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat”. Seorang imam adalah gembala umat. Berkat rahmat tahbisan, dia dapat menjadi penyalur rahmat sakramen kepada umat.

Atas sabda Yesus hari ini, Santo Yohanes Maria Vianey (1786-1859), pelindung para imam sedunia ini, mengungkapkan, “Tanpa imam, wafat dan sengsara Tuhan kita Yesus Kristus tak akan ada artinya sama sekali. Imamlah yang melanjutkan karya penebusan di dunia. Apakah gunanya sebuah rumah penuh emas berlimpah, jika tak ada seorang pun yang membukakan pintunya bagimu! Imam memiliki kunci harta pusaka surgawi; imamlah yang membukakan pintunya bagimu; imam adalah pelayan Allah yang baik, penyalur harta kekayaan-Nya”.

Dalam perjalanan sejarah Gereja, kita tahu bahwa benih-benih panggilan dapat tumbuh subur karena peranan banyak orang yang peduli pada para (calon) imam. Mari kita terus mendoakan para imam dan calon imam, baik secara pribadi maupun bersama. Bisa dalam paguyuban Doa Senakel, Paguyuban Wali Timbalan, Paguyuban Sabtu Imam, dsb.

Mari kita ajak pula anak-anak kita berkunjung ke seminari, biara, susteran atau bruderan. Paling nggak kita juga pernah bertanya kepada anak-anak kita atau murid-murid kita: “Besok menjadi imam ya dhik? Besok menjadi suster ya dhik? Besok menjadi bruder ya dhik?”

Terimakasih atas segala aneka bentuk dukungan, doa dan perhatian Anda semua untuk para imam, suster dan bruder. Pertanyaan refleksinya, sejauh mana kita mengenal suara Sang Gembala Utama dalam hidup sehari-hari? Apa saja bentuk dukungan kita untuk menyuburkan panggilan menjadi imam, suster dan bruder selama ini dan yang akan datang?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr