Jumat, 24 April 2026
Bacaan Injil: Yoh 6:52-59
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Perubahan hidup (transformatio vitae) bisa terjadi ketika seseorang mau membuka diri dan membuka hati akan sapaan Tuhan. Terbuka akan bimbingan Tuhan. Tuhan bisa berkarya dalam garis bengkok hidup kita umat-Nya. Dia bisa meluruskan hidup seseorang untuk dilibatkan dalam karya-Nya.
Hal ini juga dialami Santo Paulus yang disapa oleh Yesus yang bangkit. Dia berubah dari pengejar murid Tuhan menjadi pengajar murid Tuhan, dan dari penganiaya menjadi pewarta.
Sabda Tuhan hari ini sangat indah, baik dari Kis 9:1-20 maupun Yoh 6:52-59. Kita diajak untuk terbuka akan sapaan Tuhan dan bersedia bersatu dengan Tuhan Yesus, sang Roti Hidup. Segalanya telah Ia berikan kepada kita, maka patutlah kita juga menyerahkan diri kita kepada-Nya. Kita juga perlu siap diubah untuk hidup yang lebih baik.
Tuhan Yesus telah menyerahkan Tubuh dan Darah-Nya dengan total sebagai makanan dan minuman kita. “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia”, tegas Yesus. Setiap kali merayakan Ekaristi kita mengenangkan pengorbanan Kristus itu, kita menyambut Kristus.
Santa Theresa dari Kalkuta pernah berkata: “Hidupmu harus ditenun di sekeliling Ekaristi. Arahkan matamu pada-Nya. Dialah cahaya. Bawalah hatimu sedekat-dekat-Nya pada hati ilahi-Nya. Mintalah dari-Nya rahmat untuk mengenal-Nya, kasih untuk mencintai-Nya, keberanian untuk melayani-Nya. Carilah Dia dengan kerinduan”.
Pertanyaan refleksinya, bersediakah kita disapa dan dibentuk Tuhan untuk dilibatkan dalam karya pelayanan-Nya saat ini? Dalam peristiwa apa, Tuhan membentuk kita menjadi pribadi lebih baik?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









