Tokoh Masyarakat Sebagai Pewarta Rasul Awam Aset Gereja Dalam “Jembarke Kraton Ndalem”

Twitter
WhatsApp
Email
Sleman, 15 Juni 2026 Audiensi kunjungan Orang Muda Katolik didampingi Dewan Pengurus Paroki Harian Paroki Santo Yohanes Rasul Somohitan kepada Bapak Y. Gustan Ganda Ketua DPRD Kabupaten Sleman , di gedung DPRD Kabupaten Sleman.

Ketua DPRD Kabupaten Sleman Bapak Y. Gustan Ganda menekankan peran Umat Allah terutama Orang Muda Katolik (OMK) dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sesuai talenta dan kualifikasi kemampuan yang dimiliki, ini disampaikan saat audiensi kunjungan Orang Muda Katolik didampingi Dewan Pengurus Paroki Harian Paroki Santo Yohanes Rasul Somohitan kepada Bapak Y. Gustan Ganda Ketua DPRD Kabupaten Sleman , di gedung DPRD Kabupaten Sleman. Terjalin dialog, umpan balik gagasan, suport dan dukungan yang baik dari Bapak Gustan Ganda atas ide dan partisipasi OMK dalam kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh teman-teman OMK; dibutuhkan ketekunan dan ide-ide kreatif dalam melaksanakan program-program kegiatan yang dibuat; kesadaran dari diri sendiri.

Kunjungan ini merupakan tidak lanjut dari kehadiran Ketua DPRD Sleman Gustan Ganda ke Paroki Santo Yohanes Rasul ke Somohitan dalam sarasehan beberapa pada tanggal 27 Mei 2026. Bersama Ketua Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakat (PK3) Kevikepan Yogyakarta Barat Romo Rosarius Sapto Nugroho, Pr dan Ketua FMKI Kabupaten Sleman Matheus Sumardi.

Kehadiran umat Allah dalam setiap kegiatan kemasyarakatan akan menjadi warna karya kasih pekerjaan Allah di tengah dinamika kehidupan. Dengan sumber daya masing-masing anggota umat Allah tidak perlu merasa rendah diri tetapi terus mengembangkan/meng-aktualisasi diri berproses beradaptasi dengan situasi perkembangan yang terjadi dari waktu ke waktu.

Kerja sama membangun sinergi dengan seluruh lapisan masyarakat; menjadi tugas seluruh umat Allah menjadi garam dan terang di masyarakat. Hal ini disampaikan Bapak Y. Gustan Ganda Ketua DPRD Kabupaten Sleman dalam acara yang bertajuk Rasul Awam Aset Gereja Dalam “jembarke kranton ndalem“.

Peran umat Allah yang tangguh dan tekun sungguh sangat dinanti dari lingkungan terdekat masyarakat tempat tinggal sampai dengan membangun sinergi dengan eksekutif ataupun yudikatif dengan tidak meninggalkan tata aturan yang berlaku, untuk membangun masyarakat yang bahagia dan mensejahterakan.

Bapak Gustan Ganda mengajak teman-teman muda untuk terlibat dalam membangun kesejahteraan bersama, tidak perlu muluk-muluk yakni bisa ikut terlibat dalam forum-forum yang ada dimasyarakat seperti Karang Taruna di kampung, di kalurahan dan seterusnya. Disisi lain FMKI Kabupaten Sleman perlu lebih bisa membuka ruang-ruang bagi generasi muda lebih banyak terlibat dalam masyarakat. Tantangannya memang tidak mudah saat ini, dengan banyak waktu teman-teman muda yang tidak disadari mengikuti alur algoritma dari gadget yang tiap hari digunakan.

Rm. Rosarius Sapto Nugroho, Pr Ketua Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan (PK3) Kevikepan Yogyakarta Barat, menekankan hendaknya Umat Allah bersyukur atas segala perannya yang dimiliki di tengah masyarakat, apapun yang sedang dikerjakan hendaknya ini menjadi ladang karya kasih pekerjaan Allah dalam diri masing-masing umat, sehingga bisa menjadi panutan dan tauladan.

Gereja adalah diriku jangan menunjuk orang lain, gereja bagiku adalah tanda keselamatan di tengah kehidupan yang nyata, ini harus menjadi kesadaran bersama seluruh Umat Allah.

Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sudah banyak dibuatk aturan-aturan dan perundang-undangan yang sangat baik, yang harus tetap terus diperjuangkan dalam pelaksanaannya oleh seluruh Umat Allah untuk membangun masyarakat yang sejahtera.

Umat Allah diingatkan kembali untuk peduli dengan kehidupan bersama masyarakat di tingkat lingkungan seperti yang pernah dicanangkan oleh Rm. Albertus Soegijo Pranoto, SJ saat menjadi Pastor Paroki Santo Yusuf Bintaran, bahwa lingkungan menjadi tempat mengembangkan keterlibatan umat di tengah masyarakat; partisipasi Umat Allah dalam membangun negara bisa dimulai dari lingkungan dengan mengambil peran dalam karya pelayanan yang sederhana di tengah masyarakat.

Sebagai langkah implementasi ARDAS Keuskupan Agung Semarang yang menginspirasi dan mensejahterakan Paroki Santo Yohanes Rasul Somohitan menyelenggarakan sarasehan tokoh kemasyarakatan mengambil tempat di Padepokan Romo Yosep Suyatno- Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, menjadi jembatan komunikasi awam, hirarki Gereja, dan masyarakat sipil.

Hal ini senada juga yang disampaikan oleh Mateus Sumardi Ketua Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kabupaten Sleman yang memperkenalkan Perkumpulan Forum Masyarakat Katolik Indonesia ini mendorong umat Katolik agar tidak apatis, melainkan aktif terlibat dan membawa nilai-nilai moral, keadilan, serta martabat manusia dalam kehidupan berbangsa. Didirikan pada 1998, forum ini menjadi sarana kerasulan sosial-politik serta rumah bersama untuk membangun solidaritas, menyuarakan aspirasi, dan mengimplementasikan Ajaran Sosial Gereja di tengah masyarakat.