Romo Tanto Lanjutkan Pelayanan Vikaris Episkopalis Yogyakarta Timur

Twitter
WhatsApp
Email

PAROKI PRINGWULUNG – Pelayanan Vikaris Episkopalis Yogyakarta Timur beralih dari Romo Andrianus Maradiyo, Pr kepada Romo Marcellinus Tanto, Pr. Serah terima pelayanan yang berlangsung di Aula Gereja St Yohanes Rasul Pringwulung, Kamis (13/8/2026), menjadi momentum melanjutkan karya pastoral dengan semangat kolaborasi dan pelayanan bersama.

Romo Maradiyo sebelumnya menjalankan tugas sebagai Vikaris Episkopalis Yogyakarta sejak 2018 hingga 2020, kemudian melanjutkan pelayanan sebagai Vikaris Episkopalis Yogyakarta Timur hingga 2026. Dalam refleksinya, ia mengangkat tema “Solidaritas adalah perjumpaan antara keheningan dengan realitas” sebagai gambaran perjalanan pelayanan yang dijalaninya.

Romo Maradiyo mengatakan pengalaman selama menjalankan tugas memperlihatkan pentingnya kolaborasi, solidaritas, dan keberanian mencari terobosan pastoral.

Menurut Romo Maradiyo, pengalaman selama menjalankan tugas memperlihatkan bahwa karya pelayanan tidak dapat dilakukan seorang diri. Ia menyebut berbagai pengalaman, termasuk masa pandemi Covid-19, menjadi pembelajaran untuk mencari bentuk-bentuk pastoral baru melalui kerja sama dengan umat, lembaga pendidikan, komunitas, pemerintah, serta berbagai pihak lainnya.

“Saya tidak menyerah, tapi saya berserah,” kata Romo Maradiyo dalam refleksinya. Ia mengatakan, sikap tersebut membantunya memahami bahwa dirinya merupakan rekan kerja Tuhan yang memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tugas perutusan dengan sebaik-baiknya.

Salah satu pengalaman yang ia kenang adalah upaya pelayanan pada masa pandemi ketika berbagai aktivitas masyarakat dan gereja mengalami keterbatasan. Berbagai gerakan solidaritas kemudian dikembangkan, mulai dari distribusi bibit tanaman, penguatan ketahanan pangan, pendampingan masyarakat, hingga pengembangan jejaring kerja sama dengan sejumlah lembaga.

Romo Maradiyo juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengawal arah dasar Keuskupan Agung Semarang melalui program pastoral yang terarah, terukur, dan terus dievaluasi. Ia menyampaikan apresiasi kepada Dewan Harian, ketua dan anggota komisi, para romo, umat, serta berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam perjalanan pelayanan di Yogyakarta Timur.

Romo Marcellinus Tanto, Pr meminta waktu untuk mempelajari arsip, data, dan program sebelum melanjutkan pelayanan Vikaris Episkopalis Yogyakarta Timur.

Sementara itu, Romo Marcellinus Tanto, Pr yang menerima tugas sebagai Vikaris Episkopalis Yogyakarta Timur mengatakan dirinya membutuhkan waktu untuk mempelajari berbagai arsip, data, laporan, program, serta dinamika pelayanan yang telah berjalan. Ia memilih melanjutkan terlebih dahulu berbagai program yang sudah terjadwal sembari memahami kondisi internal dan personel yang terlibat.

“Saya minta waktu terlebih dahulu untuk belajar,” ujar Romo Tanto. Ia juga mengajak Dewan Harian dan para ketua komisi untuk tetap menjalankan program yang telah direncanakan sambil memperkuat kolaborasi, kaderisasi, dan regenerasi dalam karya pelayanan gereja.

Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo FX Sugiyana, Pr, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelayanan Romo Maradiyo selama delapan tahun. Ia menilai perjalanan tersebut telah meninggalkan berbagai praktik pastoral yang dapat diteruskan dalam pelayanan berikutnya.

Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo FX Sugiyana, Pr, mengapresiasi perjalanan pelayanan Romo Maradiyo dan karya pastoral yang telah dikembangkan.

Romo FX Sugiyana juga menjelaskan bahwa tugas Vikaris Episkopalis mencakup representasi gereja di wilayah, koordinasi kehidupan gereja dan masyarakat, perhatian terhadap kehidupan rohani para imam dan religius, serta pengembangan pastoral melalui Dewan Harian, komisi, tim, dan berbagai jejaring kerja sama.

Ia menilai refleksi Romo Maradiyo mengenai solidaritas menunjukkan pentingnya perjumpaan, kolaborasi, empati, dan transformasi dalam pelayanan. Karena itu, karya pastoral tidak hanya berhenti pada kegiatan karitatif, tetapi perlu menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan umat dan masyarakat.

“Bukan karya saya, tetapi karya kita semua untuk para umat di Yogyakarta Timur,” kata Romo Tanto dalam sambutannya, menekankan semangat kebersamaan dalam melanjutkan pelayanan.

Rangkaian timbang terima kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tanda mata kepada Romo Andrianus Maradiyo, Pr sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan pelayanan yang telah dijalankannya sebagai Vikaris Episkopalis Yogyakarta dan Yogyakarta Timur.