Percik Firman: Belajar Ketulusan Hati

Twitter
WhatsApp
Email
Salah satu ciri khas anak kecil adalah ketulusan hati. Dia tulus dalam bertutur kata dan bertindak. Ada seorang anak kecil yang bercita-cita ingin menjadi imam.

Sabtu, 15 Agustus 2026
Bacaan Injil: Mat 19: 13-15

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Salah satu ciri khas anak kecil adalah ketulusan hati. Dia tulus dalam bertutur kata dan bertindak. Ada seorang anak kecil yang bercita-cita ingin menjadi imam. Kata ibunya, dulu waktu kecil anak itu senang sekali dipanggil romo. Dulu waktu TK anak ini suka main misa-misanan. Bahkan ia minta dibelikan baju romo.

“Ingin baju romo itu sampai ia sakit, terus dipesankan di Kanisius Jogja. Seminggu sebelum pesanan dikirim, ia terus menanyakan kok belum datang. Begitu pesanan baju romo datang, panasnya sembuh”, sharing ibunya.

Anak kecil itu tulus berniat untuk dekat dengan Tuhan dan menjadi imam. Kerinduan anak itu mirip kerinduan anak-anak kecil yang datang kepada Tuhan Yesus, yang dikisahkan dalam Injil hari ini.

Ketika sedang mengajar, tiba-tiba Tuhan Yesus didatangi oleh orang-orang yang membawa anak-anak kecil. Mereka meminta agar Tuhan Yesus memberkati dan mendoakan mereka.

Bagaimana tanggapan para murid Yesus? Mereka justru memarahi dan melarang orang-orang untuk membawa anak-anak kecil dekat dengan Tuhan. Mereka tidak mau Tuhan Yesus diganggu. Gak level jika anak-anak bertemu Yesus. Padahal, Yesus sendiri tidak pernah melarang anak-anak datang kepada-Nya. Yesus tidak pernah membenci dan memarahi anak-anak. Iya khan?

Justru Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang seperti anak-anak kecil inilah yang empunya Kerajaan Surga. Yesus justru dengan sukacita meletakkan tanganNya atas mereka. Artinya, Yesus mau mendoakan dan memberkati mereka. Yesus ingin mengajak orang dewasa untuk belajar ketulusan dari anak kecil.

Pertanyaan refleksi, bagaimana sikap kita jika ada anak kecil yang ribut saat misa? Seberapa tulus diri kita dalam bertutur kata dan bertindak selama ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr