Lahir Kembali dalam Perutusan: Alumni SEP/KEP Kevikepan Kedu Diingatkan Pentingnya Kesediaan Diri

Twitter
WhatsApp
Email
Acara Temu Alumni Sekolah Evangelisasi Pribadi / Kursus Evangelisasi Pribadi (SEP/KEP) di Pendopo Gereja St. Ignatius Kota Magelang, Minggu (30/8/2026).
Wakil Kepala Sekolah SEP/KEP Kevikepan Kedu, Serinus, menggarisbawahi pentingnya militansi iman di tengah dinamika zaman. "Acara ini dimaksudkan untuk memperkuat komitmen diri. Kita dituntut untuk selalu siap diutus dalam situasi dan kondisi apa pun," tegasnya saat membuka acara.

MAGELANG – Badan Pelayanan Pembaharuan Karismatik Katolik (BP PKK) Kevikepan Kedu menggelar Temu Alumni Sekolah Evangelisasi Pribadi / Kursus Evangelisasi Pribadi (SEP/KEP) di Pendopo Gereja St. Ignatius Kota Magelang, Minggu (30/8/2026). Mengusung tema “Dipanggil Untuk Diutus”, perjumpaan ini menjadi momentum peneguhan komitmen para alumni untuk terus terlibat aktif dalam pelayanan pastoral.

 

Wakil Kepala Sekolah SEP/KEP Kevikepan Kedu, Serinus, menggarisbawahi pentingnya militansi iman di tengah dinamika zaman. “Acara ini dimaksudkan untuk memperkuat komitmen diri. Kita dituntut untuk selalu siap diutus dalam situasi dan kondisi apa pun,” tegasnya saat membuka acara.

 

Tujuh Prinsip Utama Perutusan

 

Moderator BP PKK Kevikepan Kedu, Rm. Yustinus Rumanto, SJ, menegaskan bahwa perutusan bukanlah beban, melainkan sarana memperkaya kehidupan rohani. Berakar pada Injil Lukas 4:18-21, ia menyebut sukacita iman sebagai pendorong utama seseorang membagikan Kabar Baik.

 

Dalam pembekalannya, Rm. Yustinus merumuskan tujuh prinsip dasar bagi para murid Kristus:

 

  • Kesediaan di Atas Kelayakan: Allah tidak memanggil mereka yang sudah layak, melainkan memantapkan mereka yang bersedia dipanggil.

 

  • Pewartaan Mendahului Katekese: Pembagian sukacita Allah harus mendasari setiap pengajaran iman.

 

  • Rel Persahabatan: Perutusan berjalan efektif melalui pendekatan personal dan kesaksian hidup, bukan sekadar program kerja.

 

  • Kuasa Perbuatan: Perubahan hidup terjadi melalui kuasa Roh Kudus yang nyata dalam tindakan, bukan debat argumentatif.

 

  • Komitmen Komunitas: Pertobatan butuh wadah pembinaan agar tidak menguap begitu saja.

 

  • Kristus sebagai Pusat: Sasaran akhir pelayanan adalah mengarahkan umat kepada Yesus, bukan figur personal atau komunitas.

 

  • Peran Sentral Awam: Awam adalah pelaku utama evangelisasi. Pewartaan Injil merupakan alasan utama keberadaan Gereja.

 

“Kita semua adalah pribadi yang terluka. Namun sebagaimana diungkapkan Henri Nouwen, pewarta Katolik hadir sebagai penyembuh yang terluka (wounded healer) yang melayani dengan kelembutan, bukan kekuasaan,” lanjut Rm. Yustinus.

 

Enam Pola Gerak Kerasulan

 

Untuk mewujudkan pewartaan yang konkret, para alumni dibekali enam langkah operasional: menjadi murid, membangun persahabatan, membagikan pengalaman iman, memberitakan Injil, mengundang pada pertobatan, dan mengintegrasikan jiwa-jiwa ke dalam komunitas iman.

 

Pertemuan ditutup dengan permenungan mendalam melalui lagu Aku Tetap Memilihmu. Alunan lagu tersebut mempertegas seruan bagi seluruh alumni SEP/KEP Kevikepan Kedu untuk melangkah keluar dan mewujudkan semangat SIAP DIUTUS.

 

Penulis: Herning Palmono