Satu Nada, Satu Kenangan Bersama Adiyuswo Paroki Bongsari

Twitter
WhatsApp
Email
Pada hari Rabu, 9 September 2026, Ketua Bidang Paguyuban dan Tim Pelayanan Adiyuswo melaksanakan kegiatan Tembang Kenangan Adiyuswo yang bertempat di Ballroom Grha Argya, Gereja SantaTheresia Bongsari. Mengusung tema “Satu Nada, Satu Kenangan”.

Bongsari – Pada hari Rabu, 9 September 2026, Ketua Bidang Paguyuban dan Tim Pelayanan Adiyuswo melaksanakan kegiatan Tembang Kenangan Adiyuswo yang bertempat di Ballroom Grha Argya, Gereja SantaTheresia Bongsari. Mengusung tema “Satu Nada, Satu Kenangan”, kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para umat lansia untuk berkumpul, bernyanyi, bergembira, dan mengenang kembali berbagai kenangan indah melalui lagu-lagu yang pernah mewarnai perjalanan hidup mereka.

Kegiatan diawali dengan open gate pada pukul 16.30 WIB, dan acara resmi dimulai pada pukul 17.00 WIB. Suasana Ballroom Grha Argya sejak awal sudah terasa meriah dengan kedatangan para peserta yang hadir dengan penuh antusias.

Acara dibuka oleh Ketua Panitia, Bapak Among Subandi, yang menyampaikan ucapan selamat datang serta rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Tembang Kenangan Adiyuswo. Selanjutnya, Ketua Adiyuswo, Bapak Pardio, memberikan sambutan dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang menjadi sarana kebersamaan, persaudaraan, dan kegembiraan bagi umat lansia.

Romo Suyitno, Pastor Paroki Bongsari memberi sambutan, serta menyumbangkan sebuah lagu dalam kegiatan Tembang Kenangan Adiyuswo

Kehangatan acara semakin terasa dengan sambutan dari Pastor Paroki Bongsari, Romo Synesius Suyitno, SJ. Tidak hanya memberikan sambutan, Romo juga turut ambil bagian dalam kemeriahan acara dengan menyumbangkan satu lagu dari Manado. Kehadiran dan partisipasi Romo semakin menambah suasana akrab serta membangun semangat kebersamaan seluruh umat yang hadir.

Sekitar 200 umat lansia bersama mengenang lagu-lagu kenangan dengan penuh sukacita, keakraban, dan kebersamaan

Tembang Kenangan Adiyuswo tahun ini dihadiri oleh lebih dari 200 umat lansia. Kemeriahan acara semakin terasa dengan tampilnya 28 lansia yang telah mendaftarkan diri untuk ikut bernyanyi bersama. Dengan penuh semangat dan keceriaan, mereka membawakan lagu-lagu kenangan yang seolah membawa seluruh peserta kembali pada masa-masa indah yang pernah dilalui.

Semua yanghadir ikut berjoget dan bernyanyi bersama

Tidak hanya bernyanyi, suasana semakin semarak ketika umat yang hadir ikut berjoget dan menari bersama. Ballroom Grha Argya dipenuhi senyum, tawa, tepuk tangan, dan gerakan penuh semangat. Perbedaan usia tidak menjadi penghalang untuk menikmati kegembiraan bersama. Justru melalui lagu dan tarian, terjalin suasana persaudaraan yang semakin erat.

Sebagai kejutan di penghujung acara, panitia menyiapkan tiga doorprize yang disembunyikan di bawah tempat duduk peserta. Pengumuman doorprize ini sontak mengundang kegembiraan dan rasa penasaran. Para umat dengan antusias memeriksa tempat duduk masing-masing untuk mengetahui apakah mereka menjadi salah satu penerima hadiah.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita, keakraban, dan kebersamaan. Tema “Satu Nada, Satu Kenangan” sungguh terasa dalam setiap lagu yang dinyanyikan. Satu nada menyatukan suara, sementara satu kenangan menyatukan hati para umat yang hadir.

Bagi para lansia, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk bersilaturahmi, berbagi cerita, mengenang masa lalu, dan menikmati kebersamaan sebagai satu keluarga besar umat Gereja Santa Theresia Bongsari.

Di akhir acara, para umat lansia menyampaikan harapan agar kegiatan Tembang Kenangan Adiyuswo dapat kembali dilaksanakan pada tahun mendatang. Mereka berharap dapat kembali berkumpul, bernyanyi, menari, dan berbagi kegembiraan dalam suasana yang sama.

Semoga tahun depan kita dapat kembali bersua dalam Tembang Kenangan Adiyuswo dengan sukacita yang lebih besar. Satu Nada, Satu Kenangan, Satu Kebersamaan.