Percik Firman: Menjadi Pribadi yang Bertanggungjawab

Twitter
WhatsApp
Email
Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita untuk menjadi pribadi yang bertanggungjawab. Pribadi yang bertanggungjawab biasanya bisa diandalkan.

Rabu, 21 Oktober 2026
Bacaan Injil: Luk 12:39-48

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita untuk menjadi pribadi yang bertanggungjawab. Pribadi yang bertanggungjawab biasanya bisa diandalkan. Tuhan Yesus bersabda, “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.”

Para murid diberi nasihat agar selalu berjaga-jaga. Mereka dipanggil dan dipilih oleh Tuhan Yesus untuk menjadi pemimpin yang melayani jemaat. Sebagai pemimpin, mereka diserahi tugas bukan hanya untuk mengawasi jemaat, melainkan juga untuk melayani kebutuhan mereka. Mereka bertanggung jawab kepada Yesus dan kepada jemaat yang mereka layani.

Jika mereka bertanggung jawab atas tugas pelayanan yang diberikan, mereka akan diberi kepercayaan yang lebih besar. Tetapi jika menyalahgunakan kepercayaan dengan sewenang-wenang, mereka akan mendapat hukuman berat seperti yang dialami oleh orang-orang yang tidak setia.

Salah satu kebahagiaan seorang pendidik atau formator adalah saat melihat anak didik yang didampinginya bertanggungjawab dan bisa diandalkan. Saya gembira melihat para frater bertanggungjawab menjalani tugas kebidelan (seksi ternak, kebun, sampah, dsb), bersih-bersih rumah (opera) harian, atau disiplin menulis refleksi harian.

Dengan menulis refleksi harian, setiap pengalaman hari itu disadari dan dimaknai. Mereka berlatih menyadari perasaan yang muncul. Juga mencoba memahami kehendak Tuhan atas peristiwa yang terjadi. Tidak mudah bagi anak remaja seperti mereka. Tetapi berkat ketekunan setiap hari dan bimbingan Roh Kudus, refleksi harian mereka cukup baik dan membanggakan.

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana sikap kita terhadap tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita selama ini? Apa saja tantangan untuk menjadi pribadi yang bertanggungjawab?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang)

Y. Gunawan, Pr