Percik Firman: Kepekaan Menangkap Tanda dari Tuhan

Twitter
WhatsApp
Email
Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus memuji orang yang percaya akan pewartaan kabar gembira.

Senin, 12 Oktober 2026
PW Santo Carlo Acutis
Bacaan Injil: Luk 11:29-32

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus memuji orang yang percaya akan pewartaan kabar gembira. Dan Yesus juga menegur dengan keras orang yang tidak percaya akan pewartaan kabar gembira.

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.”

Apa itu tanda? Tanda adalah sesuatu yang kelihatan dan menunjukkan maksud atau tujuan yang tak kelihatan. Barangsiapa peka dan memahami perintah yang terselubung dari tanda-tanda tersebut, maka ia akan selamat. Dalam hidup sehari-hari kita mengenal banyak tanda. Ada tanda penunjuk arah. Ada tanda lampu merah. Ada tanda akan turun hujan.

Nabi Yunus menjadi tanda kehadiran atau utusan Tuhan bagi orang Ninive. Atas pewartaannya, orang-orang Ninive bertobat dan akhirnya selamat. Demikian pula Tuhan Yesus menjadi tanda nyata keselamatan yang datang dari Allah. Yesus adalah sang jalan, kebenaran dan kehidupan. Dia diutus Allah ke dunia ini agar orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal.

Di tengah zaman modern sekarang ini, kita sebagai orang beriman diajak untuk terus-menerus mengembangkan sikap percaya. Demikian juga kita diajak untuk bisa menjadi pribadi yang dapat dipercaya oleh sesama kita. Marilah kita berdoa agar kita dapat semakin mengimani Yesus Kristus, agar kita dapat termasuk di dalam kawanan orang-orang yang percaya dan karenanya dapat masuk ke dalam kerajaan Surga.

Pada hari ini Gereja merayakan peringatan Santo Carlo Acutis (1991-2006). Sejak kecil, ia menunjukkan kecintaan mendalam pada Ekaristi dan Bunda Maria. Di masa remajanya, Carlo menggunakan bakat di bidang komputer untuk membuat situs web yang mendokumentasikan mukjizat Ekaristi dari seluruh dunia. Karena karya imannya di dunia digital, ia dikenal sebagai “Cyber Apostle of the Eucharist.”

Carlo meninggal dunia karena leukemia pada usia 15 tahun, tanggal 12 Oktober 2006. Hidupnya yang singkat justru menjadi kesaksian iman yang luar biasa. Dia diangkat menjadi orang kudus oleh Paus Leo XIV pada tanggal 9 September 2025. Dialah santo pertama dari generasi milenial, teladan iman dan tanda nyata dari Allah bagi kita zaman modern ini.

Carlo adalah teladan nyata bagaimana teknologi dapat dipakai untuk mewartakan Injil. Dia menunjukkan kepada kita bahwa kesucian itu dekat dengan kita semua. Dengan semangat muda, ia mengajarkan bahwa Ekaristi adalah jalan menuju surga.

Pertanyaan refleksinya, selama ini kita sudah menjadi tanda apa bagi orang lain? Seberapa peka kita akan tanda yang diberikan Tuhan dalam hidup ini? Santo Carlo Acutis, doakanlah kami.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr