Jumat, 16 Oktober 2026
PF Santa Margarita Maria Alacoque (Perawan)
Bacaan Injil : Luk 12:1-7
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita untuk tidak takut. Tuhan Yesus menguatkan dan menghibur kita, “Jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.” Ya, kita adalah pribadi yang mulia dan berharga di mata Tuhan. Tentu Dia tidak akan membiarkan kita dalam ketakutan yang berkepanjangan.
Tuhan pasti selalu menyertai kita dengan rahmat yang kita butuhkan. Bahkan Dia mengutus para malaikat-Nya untuk menjaga dan melindungi kita. Burung pipit saja begitu dicintai dan dipelihara-Nya, apalagi kita mahluk ciptaan-Nya yang paling mulia. Kita sudah diciptakan secitra dengan Allah. Kita adalah “Imago Dei”.
Tercatat para penginjil bahwa Tuhan Yesus menegaskan, “Jangan takut!” Dalam kitab suci, menurut para ahli ada 367 X kata ‘jangan takut’. Artinya, setiap hari dalam setahun, Tuhan mengingatkan kita untuk ‘jangan takut’. Bahkan malah sisa khan? Karena setahun ada 365/366 hari.
Kalau mau jujur, setiap orang pasti punya ketakutan. Rasa takut adalah hal yang sangat wajar dan manusiawi. Menjadi tidak wajar jika kita terus-menerus dikuasai ketakutan itu. Ancaman atau teror kadangkala bisa juga membuat takut. Untuk sesuatu yang baik dan benar, kita diajak untuk tidak takut dan tidak gentar. Sebagai orang beriman, jangan sampai kita kehilangan pengharapan karena kita mempunyai Tuhan, Allah Bapa yang peduli dan mengerti kebutuhan kita.
Pada hari ini 16 Oktober Gereja merayakan peringatan fakultatif Santa Margarita Maria Alacoque (43th: 1647-1690). Siapakah dia? Santa Margarita Maria Alacoque merupakan “rasul” yang mewartakan devosi Hati Kudus Yesus. Dia berasal dari Prancis.
Saat berdoa, dia mendapat penampakan Tuhan Yesus yang bercahaya. Dada-Nya terbuka, sehingga tampaklah Hati Kudus-Nya. Di sekeliling hati itu terbentuk mahkota duri yang dikelilingi api bernyala. Di tengah hati itu, tampak sebuah salib yang indah. Hati Yesus itu terluka dan meneteskan darah segar.
Pertanyaan refleksinya, Apakah kita merasa sebagai pribadi yang berharga? Ketakutan akan apa yang sedang mewarnai kita akhir-akhir ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









