Percik Firman: Tuhan Saja Cukup

Twitter
WhatsApp
Email
Bacaan Injil pada peringatan wajib Santa Teresia Avilla (67th: 1515-1582) hari ini mengajak kita untuk bersikap kritis dan hati-hati terhadap orang-orang yang merasa diri pandai, yang memiliki sifat seperti orang Farisi dan ahli Taurat.

Kamis, 15 Oktober 2026
PW Santa Teresia Avilla, Perawan dan Pujangga Gereja
Bacaan Injil : Luk 11:47-54

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Bacaan Injil pada peringatan wajib Santa Teresia Avilla (67th: 1515-1582) hari ini mengajak kita untuk bersikap kritis dan hati-hati terhadap orang-orang yang merasa diri pandai, yang memiliki sifat seperti orang Farisi dan ahli Taurat. Tuhan Yesus menyampaikan kepada mereka sabda celaka, bukan sabda bahagia.

Tuhan Yesus mengecam kepalsuan dan kemunafikan mereka. Hal ini semakin nyata dengan alasan nama baik, jabatan, kehormatan, dan demi popularitas. Yesus mengecam karena mereka membangun tugu peringatan atau makam bagi para nabi. Padahal nenek moyang merekalah yang membunuh para nabi tersebut. Sikap ini menunjukkan persetujuan terselubung terhadap kejahatan masa lalu dan dosa penumpahan darah sejak Habel sampai Zakharia akan dituntut dari angkatan itu.

Yesus juga mengecam karena mereka memegang kunci pengenalan akan Allah, tetapi mereka sendiri tidak masuk dan justru menghalang-halangi orang lain yang ingin masuk kepada Tuhan. Kecaman itu menjadi lebih tajam karena ditujukan terhadap mereka yang diberi mandat untuk menuntun hidup sesamanya namun tidak dilakukan, dengan rupa-rupa argumen yang menyesatkan.

Pada hari ini Gereja merayakan peringatan Santa Teresia dari Avilla, Spanyol. Dia berasal dari keluarga yang kaya. Suster Teresia adalah seorang pemimpin besar dan seorang yang sungguh-sungguh mengasihi Yesus serta Gereja-Nya. Dia memelopori gerakan pembaruan dalam biara Karmel. Banyak biarawan yang sudah terbiasa hidup santai dan tidak berdisiplin. Mereka mulai melupakan cara hidup asketis.

Dia bertemu Yohanes dari Salib yang juga memiliki semangat pembaruan bagi Ordo Karmelit. Bersama-sama mereka berjuang memperbarui kembali semangat spiritualitas Ordo Karmel melalui kehidupan membiara yang suci, doa, puasa dan berpantang dengan sangat ketat.

Santa Teresia Avila memberikan nasihat kepada kita, “Seseorang yang memiliki Tuhan, tidak kekurangan suatu apa pun. Tuhan saja sudah cukup”. Bagi Santa Teresia, “Solo Dios Basta” yang berarti Tuhan Saja Cukup. Ia wafat pada tahun 1582 dan dinyatakan kudus oleh Paus Gregorius XV pada tahun 1622. Ia digelari Pujangga Gereja oleh Paus Paulus VI pada tahun 1970.

Pertanyaan refleksi, Apakah kepandaian kita sudah digunakan untuk membantu orang lain ataukah malah merugikan orang lain? Sejauh mana selama ini kita mengandalkan Tuhan?

Selamat berpesta bagi para Romo dan Suster Carmelit dan Anda yang berlindung dalam naungan Santa Teresia Avilla. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr