Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang pada 13 Oktober 2026 ini dihadiri oleh 267 peserta yang terdiri dari para imam, biarawan-biarawati, serta Dewan Pastoral Paroki/ Dewan Pastoral Stasi terkait pewartaan, Litbang, dan programasi di Kevikepan Yogyakarta Barat dan Yogyakarta Timur. Bertempat di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, seluruh peserta bersama-sama berbagi pengalaman di masing-masing paroki dan juga melihat bersama bagaimana merancang program pastoral untuk tahun 2027.
Temu Pastoral ini dipandu oleh Romo Antonius Hendri Atmoko, Pr. Para peserta diajak berdinamika bersama untuk mendalami tema ‘Gereja yang Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan: Formasio Iman yang Fundamental, Eklesial, Total dan Integral’. Tema ini menjadi fokus utama dalam pembuatan karya pastoral di Keuskupan Agung Semarang pada tahun 2027.

Di sesi pembuka, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo F.X. Sugiyana, Pr. menyapa para peserta dan menjelaskan tujuan Temu Pastoral ini. Romo Sugiyana menekankan bahwa kegiatan ini diadakan untuk memberi penegasan sasaran-sasaran strategis dari fokus pastoral 2027 di tingkat paroki, lembaga karya, hingga kelompok kategorial. Selain itu, Temu Pastoral ini berfokus pada merancang implementasi FIBB sebagai sarana pendampingan iman bagi umat.”

Temu Pastoral ini dibagi dalam dua sesi materi. Sesi pertama dipandu Romo F.X. Merry Christian Putra, Pr. dengan tema “Pengorganisasian FIBB secara Eklesial, Total, dan Integral”. Materi disampaikan oleh Romo V. Bondhan Prima Kumbara, Pr. dalam suasana serius namun santai. Romo Bondhan mengajak para peserta untuk mengingat bahwa perjumpaan adalah batu penjuru dari formasio. Dalam konteks Gereja, keluarga adalah layer pertama dalam pertumbuhan iman. Romo Bondhan juga menambahkan agar program-program yang akan disusun oleh masing-masing paroki juga membuka ruang-ruang perjumpaan dan membawa kepedulian satu sama lain.

Pada sesi kedua, peserta dipandu oleh Romo Yohanes Brahmanda Rian Karisma, Pr untuk mengikuti materi yang dibawakan oleh Raden Paulus Edi Widiasta, M.Fil. Pada sesi kedua ini, Bapak Edi memberikan materi dengan tema ‘Pengembangan Spiritualitas dan Kapasitas Pendamping’. Bapak Edi dengan luwes membawa peserta untuk membuat program pastoral dengan menjawab kebutuhan umat. Untuk menyusun program yang menjawab kebutuhan umat, peserta diajak menempuh lima langkah praktis: mengumpulkan informasi, menganalisis dan merumuskan kebutuhan, menggali gagasan baru lewat brainstorming, menyusun rencana katekese, dan mengevaluasi.

Selain mendapatkan materi dari para narasumber, para peserta juga diajak untuk berdiskusi dalam kelompok. Dalam ruang-ruang diskusi ini, peserta dapat berbagi pengalaman atas apa yang sudah dilakukan di masing-masing paroki. Dengan saling berbagi pengalaman antar paroki, para peserta dapat mendapatkan insight-insight baru sebagai bekal pembuatan program di tahun depan.

Pada kesempatan yang baik ini, diadakan launching tools PROMO: Programasi dan Monitoring. Program PROMO ini diketuai oleh Romo Heribertus Suprihadi, Pr dan bekerja sama dengan Tim IT Keuskupan Agung Semarang. Tools PROMO ini menjadi alat bantu paroki untuk pencatatan program dan sekaligus menjadi alat monitoring berjalannya program di masing-masing paroki.

Sesi terakhir dari Temu Pastoral ini adalah peneguhan dari Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Mgr. Rubi mengajak para peserta untuk selalu berpegang pada kebutuhan umat dan ARDAS dalam membuat program pastoral di masing-masing paroki. Dalam merancang program pastoral dibutuhkan satu sinergi untuk menyusun dan menjalankannya. Mgr. Rubi juga mengingatkan agar setiap paroki tetap mempertahankan kekhasannya ketika menyusun program pastoral.









