Sabtu Imam, 5 September 2026
PF Santa Teresa dari Kalkuta
Bacaan Injil: Luk 6:1-5
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Prinsip utama dari hukum dalam Gereja Katolik adalah keselamatan jiwa. Salus animarum suprema lex (Keselamatan jiwa adalah hukum yang tertinggi). Maka ditegaskan dalam Kitab Hukum Kanonik no. 1752 demikian: “…. dengan menepati kewajaran kanonik dan memperhatikan keselamatan jiwa-jiwa, yang dalam Gereja harus selalu menjadi hukum yang tertinggi.”
Dalam bacaan Injil pada hari Sabtu Imam hari ini, Tuhan Yesus mengkritik sikap orang Farisi yang menyalahkan dan menghakimi para murid Yesus yang memetik bulir gandum pada hari Sabat. Sebenarnya bulir gandum hanyalah sarapan kering, namun orang-orang Farisi tidak mau membiarkan mereka memakannya dengan tenang.
Orang-orang Farisi tidak bertengkar dengan mereka karena mereka mengambil gandum milik orang lain. Tetapi bertengkar dengan mereka karena mereka melakukannya pada hari Sabat.
Memetik bulir gandum dari tangkainya pada hari sabat memang dilarang oleh tradisi nenek moyang mereka. Mengapa? Karena perbuatan ini dianggap sebagai kegiatan menuai alias bekerja. Pada hari sabat orang tidak boleh bekerja. Padahal, para murid sedang lapar. Lantas bagaimana?
Yesus memberikan ajaran dan cara pandang baru tentang hari sabat secara bijaksana: pertama, tindakan para murid itu dapat disamakan dengan tindakan Daud dan pengikutnya. Peraturan itu terpaksa dilanggar oleh karena kebutuhan yang mendesak yakni rasa lapar secara fisik (demi keselamatan/kesehatan).
Kedua, para imam pun diperbolehkan melakukan pekerjaan di kenisah Yerusalem pada hari Sabat berdasarkan prinsip bahwa hukum mengenai kenisah di atas hukum mengenai hari Sabat. Melalui ungkapan ini, mau dikatakan bahwa Yesus jauh lebih besar daripada hari Sabat.
Ketiga, Tuhan lebih menyukai kasih setia daripada sekedar aturan. Ini merupakan kritik atas pertimbangan nilai yang salah dari orang-orang Farisi.
Pertanyaan refleksinya, situasi batin macam apa yang sedang menguasai hidup kita hari-hari ini? Mudah menghakimi orang lain atau berbelas kasih pada orang lain? Bersediakah kita ikut membantu meringankan orang yang sedang mengalami masalah dalam hidupnya?
Selamat merenungkan dan menikmati akhir pekan. Terimakasih atas dukungan, perhatian dan doa Anda untuk kami para imam dan calon imam.
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









