Percik Firman: Menjadi Pribadi yang Setia dan Bijaksana

Twitter
WhatsApp
Email
Biasanya orang akan senang jika mempunyai karyawan yang baik dan jujur. Mereka akan dipuji oleh tuannya, bahkan diberi hadiah atau apresiasi.

Kamis, 27 Agustus 2026
PW Santa Monika
Bacaan Injil: Mat 24:42-51

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Biasanya orang akan senang jika mempunyai karyawan yang baik dan jujur. Mereka akan dipuji oleh tuannya, bahkan diberi hadiah atau apresiasi. Dalam bacaan Injil pada peringatan wajib Santa Monika (ibunda Santo Agustinus) hari ini Tuhan Yesus memuji hamba yang baik. Karena ia dapat dipercaya dan diandalkan tuannya.

Hal itu tampak dalam perumpamaan tentang hamba yang baik dan hamba yang jahat. Hamba yang baik adalah hamba yang setia dan bijaksana. Tuhan Yesus menegaskan, “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?”

Kesetiaan ditujukan kepada Allah, sedangkan bijaksana ditujukan kepada sikap terhadap sesama. Orang yang setia biasanya hidupnya jujur dan dapat diandalkan. Meski tidak ada tuannya, ia tetap melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan sebaik-baiknya. Orang yang bijaksana biasanya tidak emosional, tidak mudah menghakimi orang lain, dan tidak mencari kesalahan orang lain.

Perumpamaan itu disampaikan Tuhan Yesus untuk menjelaskan tentang kedatangan Tuhan. Pada kenyataannya tak seorang pun mengetahui kapan Tuhan datang. Tuhan memberi kita kemerdekaan menjalani hidup ini. Kita perlu berjaga-jaga dan siap sedia.

Santa Monika (55th: 332-387) yang kita peringati hari ini termasuk salah satu pribadi yang setia dan bijaksana. Dia lahir di Tagaste, Afrika Utara dari sebuah keluarga Kristen yang saleh dan beribadat. Ketika berusia 20 tahun, ia menikah dengan Patrisius, seorang pemuda kafir yang mudah marah. Mereka punya anak yang bernama Agustinus.

Selama sekitar 32 tahun ia setia berdoa untuk pertobatan suaminya dan anaknya. Doanya dikabulkan Tuhan. Baru pada saat terakhir hidupnya, Patrisius dan Agustinus bertobat. Monika sungguh bahagia. Dia memberi kita teladan untuk setia berdoa dengan tak kunjung putus. Tuhan akan mengabulkan doa kita umatNya pada saat yang tepat.

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana sikap kita terhadap tanggungjawab dan kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan? Apakah kita pernah memuji dan memberi hadiah kepada rekan kerja dan anggota keluarga?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr