Percik Firman: Terus Berbuat Baik

Twitter
WhatsApp
Email
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk merenungkan bahwa warta dan karya keselamatan yang dilaksanakan oleh Yesus Kristus itu berlaku universal, untuk semua orang.

Senin, 31 Agustus 2026
Bacaan Injil: Luk 4:16-30

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk merenungkan bahwa warta dan karya keselamatan yang dilaksanakan oleh Yesus Kristus itu berlaku universal, untuk semua orang. Jangan sampai kita menghambat orang lain untuk berkembang dan mengikuti Kristus.

Warta keselamatan itu sebelumnya telah dirintis oleh para nabi. Setidaknya ada 3 (tiga) tugas pokok nabi, yaitu: meneguhkan, mengkritik, dan menghibur. Kalau keadaan sudah berjalan dengan baik dan benar, tugas nabi adalah meneguhkan. Kalau keadaan melenceng dari kehendak Allah, nabi mengkritik demi terciptanya kebaikan bersama. Kalau ada penderitaan dan bencana, nabi tampil menghibur.

Menjalankan tri-tugas kenabian tersebut tidak selalu mudah seperti yang dialami Tuhan Yesus. Penolakan dan cibiran juga dialami oleh Yesus sendiri. Yesus ditolak bukan sekedar karena orang-orang sekampungnya mengenal Yesus sebagai anak Yusuf tukang kayu. Tetapi karena Misi Yesus yang menjangkau ke wilayah bangsa lain rupanya menimbulkan kecemburuan, kemarahan dan keinginan untuk membunuh Dia.

Menghadapi penolakan di kampung halaman-Nya di Nasaret, Yesus memang merasa kecewa dan heran. Namun Ia tidak lantas marah dan emosi. Kita tahu bahwa Yesus adalah orang yang penuh kuasa. Pasti, Ia mampu untuk melawan orang-orang itu. Namun, Ia tidak mau melakukan. Justru, “Yesus berjalan lewat dari tengah-tengah mereka lalu pergi” (Luk 4:30).

Sikap dan tindakan Yesus ini menegaskan bahwa penolakan dan kemarahan tidak perlu dilawan dengan kemarahan; kekerasan tidak perlu dilawan dengan kekerasan. Ia memilih pergi, karena konflik yang terjadi sudah bukan lagi menggunakan akal tetapi okol.
Dengan pergi ke tempat lain, Yesus tetap menabur kasih dan masih mempunyai harapan bahwa di tempat lain Ia akan diterima dan karya-Nya akan semakin berkembang. Yesus tetap terus berbuat baik dan mewartakan kabar gembira.

Semoga semangat kasih dan harapan selalu berkobar dalam diri kita. Meskipun ditolak, semangat kita tidak surut. Kasih akan membuat kita tidak takut menghadapi aneka tantangan, kesulitan dan penolakan. Kasih juga akan membuat kita tidak mudah putus asa, mutung, atau ngambeg dalam pelayanan. Kita tetap mau terlibat dalam hidup menggereja. Kasih akan membuat kita maju terus dalam tugas perutusan dan karya pelayanan kita, apa pun resikonya.

Marilah kita mohon kekuatan Tuhan agar kita mempunyai semangat kasih yang tulus dan siap menghadapi pengalaman ditolak. Harapannya, kita menjadi orang kristiani yang tangguh, pantang menyerah, dan maju terus tahan banting.

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana reaksi kita ketika ditolak? Bagaimana cara kita untuk mengolah dan mengendalikan kemarahan yang muncul?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr