Kamis, 6 Agustus 2026
Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
Bacaan Injil: Mat 17:1-9
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Doa itu memberikan daya kekuatan yang luar biasa dalam hidup kita dan bagi mereka yang kita doakan. Ibu Teresa dari Kalkuta-India pernah mengungkapkan, “Buah dari keheningan adalah doa. Buah dari doa adalah iman. Buah dari iman adalah kasih. Buah dari kasih adalah pelayanan”.
Dalam bacaan Injil pada Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya hari ini dikisahkan bagaimana Tuhan Yesus naik ke Gunung Tabor bersama dengan tiga murid inti, yakni Petrus, Yohanes dan Yakobus. Untuk apa Yesus naik gunung yang tinggi? Yesus naik gunung untuk berdoa.
Dalam Kitab Suci, gunung menjadi symbol tempat perjumpaan manusia dengan Allah. Di tengah-tengah karya pelayanan-Nya, Yesus mengkhususkan waktu untuk menyepi, masuk dalam keheningan, dan berdoa kepada Allah Bapa-Nya.
Doa Yesus membuat para murid bahagia. Setelah Yesus berdoa, Petrus dan teman-temannya merasakan kebahagiaan, sehingga berkata, “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini.” Artinya, doa itu membuahkan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup kita dan sesama.
Teladan Yesus ini semakin menegaskan kepada kita mengenai pentingnya doa dalam kehidupan kita. Di tengah kesibukan, pekerjaan, dan kegiatan-kegiatan kita sehari-hari, yang seringkali menyita banyak waktu dan tenaga, kita harus berani mengkhususkan waktu untuk masuk dalam keheningan dan berdoa.
Doa yang kita lakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh, akan menghasilkan buah dalam kehidupan kita seperti dialami Yesus. Wajah Yesus berubah dan bercahaya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Doa ternyata dapat memancarkan aura kasih. Dalam aura kasih itu, ada kebahagiaan, kemuliaan dan kesucian. Maka, kita seringkali menjumpai bahwa orang-orang yang tekun berdoa itu memancarkan kesucian hidup.
Kalau kita menghayati hidup doa kita, kehadiran kita di mana pun akan membawa kebahagiaan bagi sesama. Wajah kita menampakkan keteduhan. Senyuman kita membawa kegembiraan. Kata-kata kita menghibur dan mencerahkan. Tindakan kita membawa berkat. Orang lain merasa nyaman berada di dekat kita.
Pertanyaan refleksinya, dimanakah tempat favorit kita untuk berdoa selama ini? Bagaimana hidup doa kita akhir-akhir ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang)
Y. Gunawan, Pr









