Jumat, 31 Juli 2026
PW St. Ignatius Loyola (imam)
Bacaan Injil: Mat 13: 54-58
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Bacaan Injil hari ini mengisahkan Tuhan Yesus tidak disukai dan ditolak oleh orang-orang Nazaret. Yesus yang sedang “mudik” atau pulang kampung ke Nazareth mendapat reaksi penolakan dari orang sekampungnya.
Mengapa Yesus ditolak oleh orang-orang sekampung halaman-Nya di Nazaret? Karena Yesus hanya seorang anak tukang kayu yang sederhana, anak dari seorang wanita yang sederhana, bagaimana mungkin memperoleh kebijaksanaan yang luar biasa itu.
Mereka menutup mata dan hati akan siapa Yesus sebenarnya. Ada kesombongan dan ketidakpercayaan dalam diri mereka.
Yesus tidak takut dibenci. Dia berani tidak disukai dan ditolak. Dia tetap berkomitmen mewartakan injil. Bahkan mengkritik sikap ketertutupan hati mereka.
Hari ini Gereja memperingati Santo Ignasius Loyola (1491-1556), pendiri Serikat Yesus. Ia dilahirkan di Kastil keluarga bangsawan Loyola di Spanyol.
Dalam kondisi sakit waktu itu, Ignatius meminta buku-buku bacaan untuk menghilangkan rasa bosannya. Ia menyukai cerita-cerita tentang kepahlawanan, tetapi di sana hanya tersedia kisah hidup Yesus dan orang-orang kudus. Karena tidak ada pilihan lain, ia membaca juga buku-buku itu. Hari demi hari buku-buku itu mulai menarik hatinya.
Hidupnya mulai berubah pelan tapi pasti. Ia berkata kepada dirinya sendiri, “Mereka adalah orang-orang yang sama seperti aku, jadi mengapa aku tidak bisa melakukan seperti apa yang telah mereka lakukan?”
Ketekunan dan keterbukaan hati Ignatius pada bimbingan Tuhan membentuk dia menjadi pribadi yang luar biasa dan inspiratif sepanjang zaman. Apa yang dia lakukan diarahkan demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar (Ad Maiorem Dei Gloriam).
Ada sebuah ungkapan Santo Ignatius Loyola yang menyentuh hati, “There is no better wood for feeding the fire of God’s love than the wood of the cross.” (Tak ada kayu yang lebih baik untuk mengobarkan api cinta Tuhan selain kayu salib).
Mengapa kayu salib? Kayu Salib simbol kasih Allah pada manusia. Yesus mengasihi manusia dan menebus dosa manusia dengan darah-Nya di kayu salib.
Pertanyaan refleksinya, bagaimana perasaan kita saat ditolak? Sejauhmana kita mau membuka diri atas bimbingan Tuhan seperti Santo Ignatius Loyola dalam hidup ini?
Selamat berpesta bagi para romo dan bruder Yesuit, serta Anda yang bernaung di bawah perlindungan Santo Ignatius. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









