Sabtu, 27 Juni 2026
Bacaan Injil: Mat 8:5-17
Saudari-saudara yang terkasih,
Kita percaya bahwa Yesus Sang Juru Selamat. Artinya apa? Kata ”juru” menunjuk pada pribadi yang mempunyai kemampuan atau kompetensi khusus. Yesus adalah Juru Selamat. Artinya, pribadi yang kita percaya mempunyai kemampuan untuk membawa kita pada keselamatan, baik jiwa maupun raga. Karena Yesus ahlinya, maka kita percaya dan beriman kepada-Nya.
Sabda Tuhan hari ini mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus Sang Juru Selamat membuat banyak mukjizat penyembuhan di Kafernaum. Siapa saja yang disembuhkan? Hamba perwira yang sakit lumpuh, ibu mertua Simon Petrus yang sakit demam, orang-orang yang kerasukan setan dan banyak orang yang menderita sakit.
Karya-karya Gereja, termasuk karya kesehatan, selalu mendapat tempat yang penting dan istimewa. Karya Gereja selalu dibarengi dengan karya kesehatan. Rumah sakit Katolik pertama itu didirikan sekitar tahun 250, ketika Gereja masih dianiaya. Banyak orang yang sakit dirawat dan disembuhkan.
Mengapa karya Gereja selalu dibarengi dengan karya kesehatan? Karena Tuhan Yesus, Sang Juru Selamat, tidak hanya menyembuhkan dan menyelamatkan jiwa manusia saja, tetapi menyelamatkan manusia seutuhnya, yaitu badan serta jiwanya. Kedatangan Kerajaan Allah sering dikaitkan dengan mukjijat penyembuhan fisik (buta, tuli, bisu, lumpuh, ayan, lapar, dsb). Yesus menunjukkan belas kasih dan cinta-Nya kepada mereka yang sakit dan menderita.
Mereka yang bergerak di bidang kesehatan (dokter, perawat, ahli farmasi, apoteker, pengelola-pemilik apotek, dsb) memiliki tugas perutusan dan panggilan yang mulia. Hal itu bukan sekedar profesi/karier semata, tetapi sungguh panggilan. Panggilan untuk terlibat dalam karya keselamatan Allah yang menyelamatkan sesamanya.
Para pelayan kesehatan itu adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk menyalurkan rahmat Allah, sehingga tak heran sekarang banyak dokter/pelayan kesehatan yang mengatakan: ”Kami yang mengobati, tetapi Tuhan yang menyembuhkan”.
Pertanyaan refleksinya, Bagaimana kondisi jiwa raga kita akhir-akhir ini? Pernahkah kita mengalami dijamah dan disembuhkan Tuhan?
Semoga panjenengan yang sedang sakit diberikan kekuatan, semangat, dan kesembuhan oleh Tuhan Sang Tabib Agung.
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









