WONOKERSO,KEDU- Festival Think adalah salah satu wadah orang muda katolik (OMK) Paroki
Santo Yusup Wonokerso untuk berkreasi dan berkarya. Kegiatan ini sudah
terlaksana sebanyak 4 kali, yang diawali pada tahun 2014 (Festing #1), 2015
(Festing #2), 2018 (Festhink #3), dan yang terakhir terlaksana pada tahun 2023
(Festhink #4). Festival Ting digagas oleh Ismanto, seniman patung dari
Lereng Merapi yang saat itu sedang berkontribusi dalam acara Tri Hari Suci
Gereja Santo Yusup Wonokerso (2014). Waktu itu, Ismanto berkolaborasi dengan
OMK Wonokerso membuat kegiatan “Hujan Salib” saat perayaan Jumat Agung.
Melihat kreativitas, potensi, dan antusiasme OMK yang sangat positif dalam
berkegiatan, ia kemudian memiliki gagasan untuk membuat acara pada saat
perayaan Pentakosta. Adapun Orang Muda Katolik, yang biasa dikenal dengan sebutan OMK,
merupakan organisasi atau paguyuban yang beranggotakan orang muda.
Keberadaan OMK ini tidak terlepas dari keinginan untuk terus bergerak dan
memunculkan inovasi baru. Hal ini disebabkan karena setiap anggota OMK
memiliki banyak potensi dan kreativitas masing-masing. Potensi inilah yang
menjadi salah satu kekuatan utama untuk menghasilkan benih kemajuan dalam
kehidupan Gereja.

Sebagai informasi Gereja Santo Yusup Wonokerso merupakan salah satu wilayah dari Paroki
Santo Kristoforus Banyutemumpang yang terletak di Desa Tirtosari, Kecamatan
Sawangan, Kabupaten Magelang. Gereja Santo Yusup Wonokerso memiliki
Beragam paguyuban pelayanan, yakni Leladi Umat Wewaton Ati
Karep (LUWAK), Pangruktilaya, Lektor, Misdinar, dan Orang Muda Katolik
(OMK). Setiap paguyuban tersebut saling mendukung satu lain, sehingga kegiatan
kegerejaan, terutama pelayanan, menjadi lebih hidup dan berwarna.
Singkat cerita dalam momen Hari Raya Pentakosta tahun 2026 ini dipilih sebagai waktu penyelenggaraan Festival Ting #5 pada hari Sabtu 23 Mei 2026 karena pada Pentakosta memiliki arti yang mendalam bagi gereja.
Hari Raya Pentakosta, umat Kristiani merayakan penyertaan Allah melalui Roh
Kudus, yang dicurahkan untuk seluruh umat-Nya. Pada saat murid-murid Yesus
merasa takut, Yesus selalu menyertai mereka dan mengurapi mereka dengan
Roh-Nya yang Kudus dan menjadikannya sebagai sebuah kekuatan. Dalam
Alkitab juga dikisahkan bahwa dengan pencurahan Roh Kudus, para rasul
mempertobatkan tiga ribu jiwa pada hari pentakosta. Sehingga pentakosta
dijadikan sebagai hari peringatan gereja pertama. Hari raya Pentakosta memiliki
keistimewaan dan makna yang sangat mendalam bagi kehidupan iman umat
Katolik.

Untuk diketahui, kata “Ting” adalah sebutan dari lentera yang diambil dari bahasa jawa, ting
digunakan sebagai alat penerang. Penggunaan ting dalam festival ini untuk
melambangkan Roh Kudus dalam rupa api. Bentuk ting yang sederhana
menggambarkan kehidupan sebagai umat Katolik. Umat Katolik diajarkan untuk
hidup dengan sederhana namun dengan kesederhanaan tersebut hidupnya mampu
menjadi terang bagi dirinya sendiri maupun sesama. Kesederhanaan ini dapat
memancarkan keindahan dan kemegahan seperti cahaya yang dipancarkan melalui
ting dalam festival tersebut.
Dika ketua panitia perhelatan itu menegaskan, Gerak langkah OMK Wonokerso sangat dinamis dan penuh dengan semangat karena kegiatan Festival Think ini adalah prakarsa dari OMK Wonokerso, semoga ini menjadi gerak langkah bersama khususnya bagi OMK Kevikepan Kedu untuk mewujudkan kebersamaan dan demi kemajuan OMK pada umumnya. Demikian disampaikan Rm. Antonius Dodit Haryono, Pr Vikaris Episkopal Kedu sebagai konselebran utama dalam misa pembukaan Festival Think.

Kaum Muda (OMK) menjadi tombak utama dalam kehidupan menggereja dengan penuh semangat dalam berkarya maka semangat ini perlu ditumbuh kembangkan demi kemajuan gereja di masa depan. Berikut himbauan Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr selaku Vikep Kategorial sebagai satu narasumber dalam dialog Festival Think #5
Tak pernah lelah untuk melanjutkan perjalanan dalam menggereja, kini
pada tahun 2026 dengan kepengurusan terbaru, OMK Wonokerso kembali hadir
membawakan ide, inovasi, dan kreativitas melalui “Festival Think #5”. Festival
Think #5 ini mengangkat tema “Dari Api Ke Api”. Maka dari itu, melalui tema
tersebut kami mengambil judul kegiatan Festival Think #5 berupa “Dari Api ke
Api”. Judul tersebut mendefinisikan perjalanan Festival Think yang terus
berlanjut melalui nyala api yang selalu dibawa dan tetap dijaga untuk menuju
perjalanan selanjutnya dengan membawa semangat dari api Festival Think
sebelumnya. Festival Think #5 sebagai bentuk refleksi kondisi OMK Wonokerso
saat ini, kita sebagai penggerak dan pelaku agar tetap berusaha untuk menyalakan
api untuk keberlanjutan Festival Think #5. Selain itu, kegiatan ini selaras dalam mewujudkan gereja yang bahagia, menginspirasi, dan mensejahterakan.
Penulis : Harry Nug
Foto : Dimas Riyono









