Percik Firman: Yesus Sang Sumber Air Hidup

Twitter
WhatsApp
Email
Air biasanya dibutuhkan semua makhluk hidup, baik manusia, tumbuhan dan hewan. Tanpa air makhluk hidup akan lemas, tak berdaya, dan bisa mati. Air itu menyegarkan, menghidupkan, dan menyejukkan.

Minggu Prapaskah III, 8 Maret 2026

Bacaan Injil : Yoh 4:5-42

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Air biasanya dibutuhkan semua makhluk hidup, baik manusia, tumbuhan dan hewan. Tanpa air makhluk hidup akan lemas, tak berdaya, dan bisa mati. Air itu menyegarkan, menghidupkan, dan menyejukkan.

Pada masa Prapaskah ini kita diajak untuk semakin mendalami dan mengenal siapakah Yesus bagi kita. Dari pengalaman wanita Samaria yang berjumpa dengan Yesus dalam bacaan Injil hari Minggu Prapaskah III ini, kita bisa belajar dinamika dan proses tahap-tahap pengenalan akan Yesus yang mulai dari: seorang Yahudi, Nabi, Mesias, dan Juruselamat dunia.

Orang-orang Samaria sampai kepada iman akan Yesus setelah mendengar dan menyaksikan sendiri kehadiran-Nya selama dua hari bersama mereka. Kita dapat mengingat kata-kata Yesus kepada Filipus: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.”

Tuhan Yesus menganugerahkan air hidup yang membawa kita kepada hidup yang kekal, yaitu Roh Kudus yang dicurahkan setelah kebangkitan-Nya. Dia menyatakan Diri-Nya sebagai Air Hidup. Yesus memberitakan Injil di kalangan ”the outcast” (masyarakat atau orang yang dikucilkan), bahkan kepada perempuan Samaria. Mereka ternyata justru menerima Yesus dengan tangan terbuka.

Masa Prapaskah mengajak kita untuk semakin mampu percaya bahwa Allah menyelenggarakan hidup kita, sampai pada karya penebusan Yesus yang tidak hanya membuat kita bisa hidup di dunia ini, tetapi juga memiliki harapan untuk hidup abadi.

Pertanyaan refleksi, Sudah berapa tahun kita sebagai orang Katolik mengenal Yesus? Sejauh manakah kita mengenal-Nya selama ini? Sejauh mana kita tetap terbuka pada pewartaan kabar gembira-Nya pada zaman sekarang ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr