Percik Firman: Roh Kudus Sang Penolong

Twitter
WhatsApp
Email
Dalam tradisi Gereja Katolik, ada Doa Mohon Terang Roh Kudus. Demikian doanya: “Datanglah ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah di dalam hati kami api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali. Dan Engkau akan memperbarui muka bumi”.

Senin, 4 Mei 2026

Bacaan Injil: Yoh 14:21-26

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Dalam tradisi Gereja Katolik, ada Doa Mohon Terang Roh Kudus. Demikian doanya: “Datanglah ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah di dalam hati kami api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali. Dan Engkau akan memperbarui muka bumi”.

Roh Kudus disebut juga sebagai Sang Penghibur atau Penolong. Dalam amanat perpisahan-Nya dengan para murid, Yesus berbicara mengenai Sang Penolong. Dia menjanjikan Roh Kudus kepada para murid. Kata “penolong” berasal dari bahasa Yunani yakni “parakletos”. Arti harfiahnya ialah yang diseru, dipanggil, diminta agar datang menolong.

Ungkapan ini sebenarnya kata yang biasa dalam bahasa Yunani. Orang datang menolong mereka yang kena musibah dengan memberi bantuan apa saja. Mulai dengan memberi pertolongan sebisanya sampai dengan tim khusus yang menangani keadaan yang paling gawat.

Pertolongan bisa berwujud penghiburan untuk membesarkan hati, menumbuhkan harapan dan kekuatan. Kita tahu bahwa dalam keadaan bencana, kehadiran para penolong memang lebih terasa dan dibutuhkan. Misalnya: tim sar, tim pemadam kebakaran, tim medis, dsb.

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya penolong ada di mana-mana. Boleh dikata, bakat alamiah kita manusia yang paling dasar ialah tumbuh menjadi orang yang bisa dimintai tolong orang lain. Kita adalah makhluk sosial (homo homini socius).

Menjelang doa Ratu Surga (Regina Coeli) pada hari Minggu (26/05/19), Paus Fransiskus pernah merefleksikan bagaimana Roh Kudus membimbing kita dan Gereja dalam memberikan kesaksian tentang Kristus yang Bangkit. Roh Kudus membimbing Gereja dalam mengemban misi keselamatan di dunia ini sampai kapan pun.

Pertanyaan refleksi, Seberapa sering kita mendoakan Doa Mohon Terang Roh Kudus dalam hidup sehari-hari? Cobalah ingat pengalaman Roh Kudus yang pernah menolong hidup kita!

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr