Percik Firman: Memutus Lingkaran Balas Dendam

Twitter
WhatsApp
Email
Bacaan Injil hari ini mengungkapkan kotbah Yesus di bukit tentang ajakan kepada para murid-Nya agar berani memutus lingkaran balas dendam dalam hidup bersama

Senin, 15 Juni 2026

Bacaan Injil: Mat 5:38-42

 

Saudari-saudara yang terkasih,

Bacaan Injil hari ini mengungkapkan kotbah Yesus di bukit tentang ajakan kepada para murid-Nya agar berani memutus lingkaran balas dendam dalam hidup bersama. Mereka dituntut mempunyai semangat lebih (magis), bukan minimalis. Semangat lebih menjadi keutamaan dan nilai plus dari pengikut Kristus.

Jangan sampai mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tuhan Yesus menghendaki, “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu”. Tuhan Yesus tidak ingin para murid-Nya membalas kejahatan dengan kejahatan. Kejahatan perlu dihadapi dengan kebaikan. Kebaikan selalu menang dengan berbuat baik kepada siapapun termasuk mereka yang berbuat jahat.

Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan hanya akan menghancurkan hidup manusia sendiri. Bahkan akan menyuburkan dan melanggengkan permusuhan. Tuhan Yesus datang untuk memutus rantai kejahatan, dendam, perang dan permusuhan.

Mengapa kita harus berbuat kebaikan? Karena kita diciptakan dari dan oleh Sang Kebaikan, yakni Tuhan Allah. Ketika kita berbuat kejahatan, kita berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan kodrat kita. Hal ini akan bisa menghancurkan hidup manusia. Tetapi ketika manusia berbuat kebaikan hidupnya akan bersinar di hadapan Tuhan.

Pertanyaan refleksinya, Masih adakah dendam yang tersimpan dalam hati saat ini? Apa usaha kita untuk memutus lingkaran balas dendam tersebut?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang). # Y. Gunawan, Pr