Senin, 14 September 2026
Pesta Salib Suci
Bacaan Injil: Yoh 3:13-17
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Pada hari ini Gereja merayakan Pesta Salib Suci, yaitu salib Tuhan Yesus Kristus sendiri. Lalu, apa makna salib Yesus? Bagi orang Yahudi, salib adalah penghinaan. Mengapa disebut penghinaan? Karena salib bagi mereka adalah tempat penyiksaan bagi orang-orang berdosa, orang jahat, dan yang pantas mendapat hukuman mati.
Bagi orang Yunani, salib adalah kebodohan. Mengapa disebut kebodohan? Karena mereka berpikir, “Masak sich seorang Raja kok mati di kayu salib.” Bagi sekelompok tertentu, Salib itu menakutkan.
Bagi kita sebagai orang Katolik, salib adalah kemenangan dan keselamatan. Mengapa? Karena di sanalah Tuhan Yesus menebus dosa-dosa umat manusia. Ditegaskan dalam Injil hari ini, “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”
Dia merelakan hidup-Nya secara total untuk menderita, sengsara, dan wafat. Sekalipun sebagai seorang Raja, namun Tuhan Yesus mau merendahkan diri sama seperti manusia, bahkan sampai wafat di salib untuk menyelamatkan kita para pendosa.
Pesta Salib Suci dalam kalender liturgi Gereja Katolik biasanya disebut “In Exaltatione Sanctae Crucis”. Dirayakan setiap tanggal 14 September. Pesta ini untuk memperingati penemuan salib Yesus pada tahun 320 oleh Santa Helena, ibunda Kaisar Konstantinus.
Sejarah mencatat, setelah penemuan salib Yesus oleh Santa Helena itu, sebuah basilika didirikan oleh Kaisar Konstantinus di atas Makam Kudus Yesus di Yerusalem. Dan kemudian basilika itu diberkati pada tanggal 14 September 335 dengan sangat meriah dan khidmat.
Yesus telah setia memanggul salib-Nya menuju Golgota. Sebagai pengikut Yesus, kita juga mempunyai salib masing-masing yang harus kita panggul. Salib yang dimaksud di sini bukanlah seperti kayu salib yang dipanggul oleh Yesus, tetapi bisa berupa beban atau masalah hidup kita ataupun peristiwa yang tidak mengenakan terjadi.
Tuhan meminta kita untuk memanggul salib itu dengan tegar dan setia. Di balik salib ada kemuliaan. Salib kita bisa berat atau bisa juga ringan. Ketika kita setia memanggulnya bersama Yesus, salib kita akan terasa ringan. Jangan menghindari salib! Marilah kita memohon rahmat kekuatan agar dapat memanggul salib itu.
Pertanyaan refleksi, Apa salib yang sedang kita hadapi akhir-akhir ini? Seberapa bangga kita sebagai pengikut Kristus yang tersalib?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang) # Y. Gunawan, Pr









