Percik Firman: Jangan Gelisah Hatimu!

Twitter
WhatsApp
Email
Tak jarang hidup kita diwarnai rasa gelisah. Hidup kita tidak tenang. Ada rasa khawatir yang menyertai. Biasanya orang gelisah dengan apa yang akan terjadi. Gelisah dengan masa depan.

Minggu Paskah V, 3 Mei 2026

Bacaan Injil: Yoh 14:1-12

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Tak jarang hidup kita diwarnai rasa gelisah. Hidup kita tidak tenang. Ada rasa khawatir yang menyertai. Biasanya orang gelisah dengan apa yang akan terjadi. Gelisah dengan masa depan. Gelisah dengan ketidakpastian yang ada.

Apalaginya situasi masyarakat kita beberapa bulan terakhir ini diwarnai perang Amerika-Israel melawan Iran yang berdampak pada situasi global. Beberapa negara mengalami kegelisahan dengan kelangkaan energi dan bahan bakar minyak.

Pada Minggu Paskah V ini kita diingatkan agar jangan gelisah (dan takut). Mengapa? Karena Tuhan mengetahui bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk menjadi gelisah. Permasalahan keluarga, kondisi keuangan, pergumulan di dalam dosa dan penyakit dapat membuat kita menjadi gelisah dan khawatir. Termasuk bagaimana nantinya setelah orang mengalami kematian.

Tuhan mengingatkan agar kita tak perlu gelisah. Kita diajak untuk tetap percaya. Mengapa? Tuhan sudah menyediakan tempat bagi kita di surga. Oleh karena itu, kematian bagi kita orang yang percaya sesungguhnya bukanlah sesuatu yang menakutkan, karena merupakan awal dari kehidupan yang baru, di mana kita beroleh pemenuhan akan pengharapan iman kita. Tuhan akan menyediakan tempat bagi kita dan kita akan tinggal bersama-Nya.

Tuhan Yesus menegaskan, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:6).

Jika kita berpegang kepada Kristus dan mengandalkan Dia, yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, kita akan memperoleh jalan keluar. Jika janji Tuhan ini digenapi dalam hidup banyak orang percaya, kita harus yakin hal itu juga terjadi dalam hidup kita. Dalam Tuhan, selalu ada jalan keluar, bukan jalan buntu.

Pertanyaan refleksinya, sejauh mana selama ini kita mengenal dan percaya pada Yesus? Apa yang biasanya membuat kita gelisah dan takut dalam hidup ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr