Percik Firman: Berkat dan Sembah Sujud

Twitter
WhatsApp
Email
Dalam doa Rosario pada Peristiwa Mulia yang kedua, kita merenungkan bahwa Yesus naik ke surga. Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Empat puluh (40) hari yang lalu, kita merayakan Paskah.

Kamis, 14 Mei 2026

Hari Raya Kenaikan Tuhan

Bacaan Injil: Mat 28:16-20

 

Saudari-saudara yang terkasih dalam Tuhan,

Dalam doa Rosario pada Peristiwa Mulia yang kedua, kita merenungkan bahwa Yesus naik ke surga. Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Empat puluh (40) hari yang lalu, kita merayakan Paskah.

Pada hari ini kita merayakan kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Tuhan Yesus naik ke surga, bukan untuk kepentingan-Nya sendiri, tetapi justru untuk kepentingan kita, yakni merintis dan membuka jalan menuju ke surga.

Di sebuah bukit di Galilea, para murid menyaksikan bagaimana Yesus terangkat ke surga. Sebelumnya, Yesus menyampaikan kepada para murid bahwa kepada-Nya telah diberikan segala kuasa (berkat) di surga dan di bumi (Mat 28:18-19).

Apa makna kenaikan Yesus Kristus bagi kita saat ini? Pertama; Hari kenaikan Yesus Kristus adalah hari yang penuh berkat. Merayakan kenaikan-Nya ke surga berarti merayakan berkat yang dicurahkan dalam kehidupan ini. Berkat adalah ungkapan kasih dari Tuhan kepada umat-Nya.

Kedua; para murid menyambut berkat yang dicurahkan Yesus Kristus pada saat kenaikan-Nya ke surga dengan sikap sembah sujud. Sembah sujud adalah sikap tunduk dan taat dalam kerendahan hati. Sembah sujud adalah ungkapan kasih dari umat kepada Tuhan.

Dengan kenaikan-Nya ke surga tidak berarti Tuhan meninggalkan manusia, namun justru ingin memperbarui cara-Nya untuk hadir di dunia ini. Tuhan tidak lagi melanjutkan kehadiran-Nya secara fisik seperti yang telah terjadi 2000 tahun yang lalu.

Kehadiran secara fisik justru menghalangi kehadiran-Nya dalam hati setiap orang, karena dibatasi oleh ruang dan waktu. Tuhan selalu memilih cara-cara yang tepat sesuai dengan situasi zaman.

Sampai saat ini Tuhan telah memilih aneka cara untuk menyatakan kehadiran-Nya: melalui kesaksian hidup para kudus dan banyak orang yang hidupnya dijiwai Roh Kudus, melalui Perayaan Ekaristi, melalui karya pelayanan Gereja dsb.

Dengan merayakan Kenaikan Tuhan hari ini, kita disadarkan untuk terus-menerus mendewasakan diri agar mampu mengemban tugas perutusan kita, yaitu menegakkan Kerajaan Allah di dunia ini. Jangan takut dan ragu-ragu melangkah. Mari kita percaya dan yakin, ”Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20).

Marilah rendah hati kita mohon karunia Roh Kudus dengan mendoakan Novena Roh Kudus selama 9 hari sampai Hari Raya Pentakosta nanti, agar kita sungguh menjadi berkat bagi keluarga, komunitas, paroki, dan masyarakat kita.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr