Gelar Safari Komsos di 3 Rayon, Kevikepan Kedu Siapkan OMK Jadi Pewarta Digital Modern

Melalui kolaborasi antara pengalaman para senior Komsos dan kreativitas OMK, diharapkan pewartaan digital di setiap paroki di Kevikepan Kedu semakin solid, profesional, dan mampu menjadi saksi iman yang efektif di dunia maya.
Menelusuri Makna ‘Mlampah Sumarah’, Tradisi yang Menyatukan Ribuan Warga di Magelang

Ribuan warga banjiri Halaman Gereja Emmanuel Ngawen, Muntilan, Sabtu 9 Mei 2026. Tidak hanya warga Kabupaten Magelang, tapi juga berasal dari Jakarta, Semarang, Kendal, Solo, dan beberapa kota di DIY. Mereka datang untuk mengikuti kegiatan Mlampah Sumarah kedua yang dilaksanakan oleh Paguyuban Kadang Kinasih.
Bersama iringan hujan, Bulan Maria dibuka seraya mengenang Santo Yusup Pekerja

Perayaan Pesta Nama Santo Yusup Pekerja di paroki Mertoyudan tahun ini terasa sangat bermakna karena letaknya yang berada tepat di ambang pintu bulan Mei. Dalam tradisi Gereja, momen transisi ini mempertemukan dua teladan agung dalam satu tarikan napas liturgi. Kita diajak untuk mengenang ketekunan Santo Yusup dalam karya tangannya, sembari secara resmi melangkah masuk ke dalam bulan yang didedikasikan untuk Bunda Maria.
Bukan Sekadar Berlatih Padamkan Api, Umat Paroki Fatima Mengambil Makna “Berjaga-jagalah” demi Keamanan Gereja

Bagi banyak orang, memeriksa tabung pemadam mungkin terasa seperti rutinitas teknis yang membosankan. Namun, Rm. Heribertus Warnata Nata Wardaya, Pr memberikan sudut pandang yang melampaui logika fisik. Beliau menarik garis merah antara kesiapan menghadapi api dengan panggilan iman untuk selalu waspada.
Katekis Masa Kini Setara dengan Konten Kreator, Berikut 4 Terobosan Penting untuk Katekese Modern di Era Teknologi

Masa depan katekese kini terletak pada keberanian kita untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan berinovasi dengan teknologi. Transformasi digital bukanlah upaya untuk menggantikan esensi iman, melainkan memperbarui cara kita menyajikannya agar tetap hidup di hati umat.
Langkah kecil dari layar gawai para katekis hari ini adalah lompatan besar bagi masa depan Gereja. Pertanyaannya bagi kita semua.
Paskahan Jomblo Katolik Perdana di Kevikepan Kedu Menjadi Oase Pertemuan Nyata bagi Pencari Pasangan Hidup

Paskahan Jomblo perdana di Kevikepan Kedu ini memberikan pesan visioner, bahwa di tengah isolasi digital yang kian nyata, komunitas religius tetap mampu menjadi jembatan bagi pertemuan hati yang tulus. Membangun sebuah keluarga memerlukan lebih dari sekadar kesamaan hobi di profil media sosial, ia memerlukan kehadiran fisik, keberanian untuk menyapa, dan ketulusan untuk saling mengenal dalam iman.
100 Wanita Katolik RI Cabang Kabupaten Magelang Praktik Membuat Media Tanam Organik: dari Perempuan untuk Bumi

Pelatihan pembuatan media tanam organik ini bukan sekadar urusan teknis bercocok tanam, melainkan sebuah bentuk literasi baru bagi perempuan. Di tengah ketidakpastian iklim dan fluktuasi harga pangan, keterampilan mengolah pekarangan adalah langkah strategis menuju kedaulatan pangan. Menguasai media tanam berarti mengambil alih kontrol atas apa yang dikonsumsi keluarga memastikan nutrisi terbaik hadir dari tangan sendiri tanpa ketergantungan pada input kimia yang mahal.
OMK dan KOMSOS Membaptis Algoritma: Mengikhtiarkan AI Jadi Masa Depan Pewartaan

Menggunakan AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan untuk membuat konten itu mudah, namun memanfaatkannya secara etis adalah sebuah seni. Kita tidak ingin AI sekadar menjadi alat produksi massal yang hampa jiwa. Dalam konteks pewartaan Gereja, AI harus tunduk pada kompas moral.
Simfoni Gending di Ambang Altar: Saat Iman dan Budaya Bertaut di Karanggedong

Keindahan harmoni yang tercipta siang itu bukanlah hasil dari sebuah kebetulan instan. Di balik presisi pukulan gamelan tersebut, tersimpan kedisiplinan umat yang telah berlatih selama dua bulan penuh. Proses latihan ini dimulai sejak masa Prapaskah sebuah periode yang dalam tradisi Gereja dikenal sebagai masa retret agung dan “mati raga” yang sunyi.
Pekan Suci dalam Citra dari Tombol Rana: Secuplik Peristiwa Paskah di Gereja Santo Yusup Pekerja Mertoyudan

Titik tertinggi keheningan merasuk dalam kalbu bagi para umat terbentuk pada Jumat Agung, Jumat,3 April 2026. Gereja tampak lebih sederhana, tanpa hiasan meriah. Salib menjadi pusat perhatian, mengajak umat merenungkan penderitaan dan wafat Kristus. Doa-doa dilantunkan dengan penuh khidmat, sementara suasana sunyi membantu setiap pribadi masuk dalam perenungan yang lebih dalam. Banyak umat datang dengan hati yang tertunduk, membawa doa dan pergulatan hidup mereka.