Jejak Kenangan dan Rasa Syukur HUT ke-70 Paroki St. Yusup Pekerja Mertoyudan, Sarasehan Menimba Hikmah dari Para Pengikat Keimanan

Suasana Gedung Griya Witaka Paroki St. Yusup Pekerja Mertoyudan, Magelang, terasa begitu hangat dan hidup pada Minggu pagi, 27 September 2026. Hari itu, saya bersama puluhan rekan katekis dan pemandu dari berbagai lingkungan se-Paroki Mertoyudan berkumpul bersama. Pertemuan ini bukan sekadar agenda biasa, melainkan sebuah ruang perjumpaan dan penyegaran semangat pelayanan dalam rangka mengungkapan rasa syukur atas HUT ke-70 Paroki kami.
Temu Pastoral 2026 Kevikepan Kedu, Kevikepan Surakarta, Menyoal Gereja yang Bahagia

Bertempat di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan 14 Oktober 2026 dimulai pukul 09.00 WIB Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang 2026 hari ke 3 untuk Kevikepan Surakarta dan Kevikepan Kedu. Pengantar pertemuan oleh Rm. FX. Sugiyana, Pr selaku Vikaris Jendral KAS menjelaskan tentang alur pertemuan dan penjelasan singkat tentang TEPAS 2026.
Gema Sukacita Pelayanan di GOR Laudato Si: Perayaan Ekaristi Penutupan Temu Raya Misdinar Kevikepan Kedu

Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti GOR Laudato Si, kompleks Seminari Menengah Mertoyudan. Iring-iringan petugas liturgi yang melangkah anggun menuju altar menjadi pembuka Perayaan Ekaristi Penutupan Temu Raya Misdinar Kevikepan Kedu. Perayaan ini dipimpin langsung oleh Vikaris Episkopalis Kedu, Rm. Antonius Dodit Haryono, Pr., sebagai selebran utama, berkonselebrasi dengan para romo paroki se-Kevikepan Kedu.
Absen 12 Tahun, Temu Raya Misdinar Kedu Kembali Digelar, Ratusan Orang Tumplek Blek di Seminari Mertoyudan

Suasana penuh sukacita membungkus GOR Laudato Si, kompleks Seminari Mertoyudan, Minggu (20/9/2026). Sebanyak 260 misdinar dari 12 paroki dan 1 stasi se-Kevikepan Kedu berkumpul dalam Temu Raya Misdinar Kevikepan Kedu. Mengusung tema “Serve With Joy, Lead With Love”, helatan yang diinisiasi oleh Komisi Liturgi Kevikepan Kedu ini menjadi perjumpaan perdana setelah 12 tahun tidak terselenggara.
Tim Lektor Santa Maria Fatima Magelang Buktikan Permainan Tradisional Lebih dari Berfaedah

Suasana kompleks Gereja Santa Maria Fatima Magelang pada Minggu, 13 September 2026, tampak berbeda dan penuh gelak tawa. Dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke-55 Paroki, umat berkumpul bersama untuk mengikuti kegiatan Team Building yang dikemas secara unik dan penuh kehangatan.
Memupuk Bibit Pewarta Berbakat dalam Festival BKSN di Paroki Santa Maria Fatima

Mengisi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sekaligus menyemarakkan rangkaian HUT ke-55 Paroki Santa Maria Fatima, Sabtu 12 September 2026, Tim Pelayanan Kitab Suci (KKS) Bidang Pewartaan menggelar Festival BKSN. Ajang ini diselenggarakan khusus untuk menggali bibit-bibit baru di bidang liturgi yang siap melayani gereja.
Menjadi Pemimpin yang Melayani: Menginspirasi Langkah Perubahan di Paroki

Gereja dipanggil untuk menjadi Gereja yang bergerak keluar: tidak berdiam diri, melainkan aktif menyapa mereka yang jauh dan terlupakan. Karena Gereja hadir untuk melanjutkan karya keselamatan Yesus yang berlandaskan belas kasih, maka pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata bukanlah mereka yang menuntut, melainkan mereka yang mampu menginspirasi melalui keteladanan hidup.
Pertandingan ‘’Voli Gembira’’ Paroki Santo Yusup Mertoyudan Membuktikan Olahraga Tak Melulu soal Otot, tapi Otak yang Brilian

Halaman samping gereja yang disulap dengan singkat seolah lapangan voli, menjadi saksi bisu bahwa pertandingan persahabatan Minggu, 6 September 2026 dijalankan dengan pandangan yang berbinar, serta kepala juga jiwa yang memiliki nalar.
Lahir Kembali dalam Perutusan: Alumni SEP/KEP Kevikepan Kedu Diingatkan Pentingnya Kesediaan Diri

Wakil Kepala Sekolah SEP/KEP Kevikepan Kedu, Serinus, menggarisbawahi pentingnya militansi iman di tengah dinamika zaman. “Acara ini dimaksudkan untuk memperkuat komitmen diri. Kita dituntut untuk selalu siap diutus dalam situasi dan kondisi apa pun,” tegasnya saat membuka acara.
Merto Got Talent, Panggung Talenta Umat Menyambut 70 Tahun Paroki Santo Yusup Mertoyudan

Merto Got Talent bukan semata-mata tentang siapa yang memiliki suara terbaik atau penampilan paling menarik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah paroki dibangun oleh banyak pribadi dengan talenta yang berbeda-beda.