Membangun Komunikasi Menggembirakan, Menginspirasi, dan Menyejahterakan: Misa Paskah Bersama Tim Pelayanan Keamanan Parkir Paroki Fatima Magelang

Momen Misa Paskah Bersama Tim Pelayanan Keamanan Parkir Paroki Santa Maria Fatima Magelang Minggu, 17 Mei 2026. Foto: Istimewa

Misa yang berlangsung hangat ini dipimpin langsung oleh Romo Paroki, Romo Ignatius Sapto Adi Wibowo, Pr. Menariknya, perayaan Paskah bersama ini jatuh bersamaan dengan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 yang diperingati setiap Hari Minggu Paskah VII. Momen ganda ini menjadi refleksi mendalam bagi para pelayan yang setiap minggunya berdiri di barisan depan menyambut umat.

Menemukan Wajah Kristus di Boro: Catatan Reflektif Aksi Kasih Paskah Lingkungan St. Lidwina Sanden

Momen umat umat Lingkungan Santa Lidwina Sanden, Paroki Santa Maria Fatima Magelang berkunjung ke Panti Asuhan Putra Sancta Maria Boro Jumat, 1 Mei 2026. Foto: Istimewa

Kabut tipis masih menyelimuti Stadion Moch. Soebroto ketika fajar menyingsing di hari Jumat, 1 Mei 2026. Namun, dinginnya pagi itu tak menyurutkan semangat langkah umat Lingkungan Santa Lidwina Sanden, Paroki Santa Maria Fatima Magelang. Hari itu bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan sebuah peziarahan hati untuk mewujudkan tema Ardas Keuskupan Agung Semarang 2026-2030: “Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”

Bersama iringan hujan, Bulan Maria dibuka seraya mengenang Santo Yusup Pekerja

Vikaris Episkopal Kedu atau Vikep KEdu Romo Antonius Dodit Haryono, Pr, Romo Antonius Abbas Kurnia Andrianto, Pr Romo Paroki Santo Yusup Pekerja Mertoyudan, dan Romo Agustinus Giyono DD, Pr Vikaris Paroki Mertoyudan dalam momen pemberkatan lahan untuk pembangunan Paroki Santo Yusup Pekerja Mertoyudan, Jumat, 1 Mei 2026. Foto: Sunbio Pratama (Komsos Kedu).

Perayaan Pesta Nama Santo Yusup Pekerja di paroki Mertoyudan tahun ini terasa sangat bermakna karena letaknya yang berada tepat di ambang pintu bulan Mei. Dalam tradisi Gereja, momen transisi ini mempertemukan dua teladan agung dalam satu tarikan napas liturgi. Kita diajak untuk mengenang ketekunan Santo Yusup dalam karya tangannya, sembari secara resmi melangkah masuk ke dalam bulan yang didedikasikan untuk Bunda Maria.