Percik Firman: Upah Mengikuti Yesus

Twitter
WhatsApp
Email
Bacaan Injil pada Peringatan Wajib St. Benediktus hari ini mengungkapkan dialog antara Petrus dan Tuhan Yesus mengenai pengorbanan dan upah dalam mengikut Dia

Sabtu, 11 Juli 2026
PW. St. Benediktus, Abas
Bacaan Injil: Mat 19:27-29

Saudari-saudaraku yang terkasih.
Bacaan Injil pada Peringatan Wajib St. Benediktus hari ini mengungkapkan dialog antara Petrus dan Tuhan Yesus mengenai pengorbanan dan upah dalam mengikut Dia. Tuhan Yesus menegaskan bahwa tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Barangsiapa meninggalkan segalanya (rumah, keluarga, saudara-saudari, dll) demi Dia akan menerima ganjaran berlimpah di dunia ini serta hidup kekal di surga.

Memang dibutuhkan totalitas dalam mengikuti-Nya. Perlu komitmen untuk menomorsatukan Allah di atas segala ikatan duniawi. Tuhan Yesus menjanjikan gantinya “seratus kali lipat”.

Hal ini bukanlah kalkulasi matematis materi atau kekayaan duniawi, melainkan kelimpahan kasih, perlindungan, keluarga baru, dan damai sejahtera yang seringkali tidak dapat diberikan oleh dunia.

Totalitas dalam mengikuti dan mempersembahkan hidup kepada Tuhan juga dihayati oleh Santo Benediktus, Abas (480-547). Dia mendirikan Ordo Benediktin dan menulis peraturan biara (Regula) yang sangat terkenal, dengan prinsip utama “Ora et labora” (berdoa dan bekerja). Semboyannya yang terkenal: “Jangan ada sesuatu yang diutamakan melebihi Kristus”.

Sepanjang hidupnya, ia mendirikan 12 biara, termasuk biara terkenal di Monte Cassino, Italia. Kita sebagai umat Katolik mengenalnya melalui Medali dan Salib Santo Benediktus yang sering digunakan sebagai sarana permohonan perlindungan rohani dari kuasa setan dan kegelapan.

Benediktus mengajar para rahibnya untuk berdoa dan bekerja dengan tekun. Dia juga mengajarkan mereka untuk senantiasa rendah hati. Benediktus dan para rahibnya banyak menolong masyarakat sekitar. Mereka mengajari orang banyak itu membaca dan menulis, bercocok tanam, dan aneka macam ketrampilan dalam berbagai lapangan pekerjaan.

Benediktus bisa melakukan hal-hal baik karena ia senantiasa berdoa. Ia wafat pada tanggal 21 Maret tahun 547. Pada tahun 1966, Paus Paulus VI menyatakan St. Benediktus sebagai santo pelindung Eropa.

Pertanyaan refleksinya, Apa saja yang telah kita tinggalkan dalam mengikuti Tuhan Yesus Kristus? Apa saja tantangan untuk bersaksi tentang Kristus pada zaman sekarang ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr