Vikjen KAS dalam HUT ke-8 Kevikepan Kategorial : Siapa Yang Merasa Suci Sendirian Maka Kesuciannya Justru Diragukan!

Twitter
WhatsApp
Email
Komunitas-komunitas merupakan anugerah Roh Kudus yang memperkaya keuskupan dan sudah berdampak nyata bagi pelayanan di paroki, maupun kevikepan teritorial dan keuskupan. Kevikepan Kategorial membuat antar komunitas bisa saling berjumpa, berinteraksi, berbagi buah-buah doa dan pelayanan. Semua bertumbuh dalam rahmat, Gereja semakin kaya dan makin dewasa ketika kita saling belajar dan berbagi kesaksian iman. Pengalaman rohani mesti tumbuh dalam kesatuan dengan Gereja. Siapapun yang merasa suci sendirian, maka kesuciannya justru diragukan!

 

Ulang Tahun ke-8 Kevikepan Kategorial yang jatuh pada 1 Juni 2026 dirayakan dengan Ekaristi syukur dipimpin Vikjen KAS Romo FX Sugiyana di GMKA – Gua Maria Kerep Ambarawa (6/6). Hadir ribuan umat dari 121 komunitas kategorial se-KAS, para romo moderator komunitas dan vikep-vikep teritorial. Tampak berkonselebrasi di panti altar yaitu  Vikep Yogya Timur Rm Maradiyo, Vikep Yogya Barat Rm Yudono Suwondo, Vikep Kedu Rm Dodit Haryono, Vikep Semarang Rm Rudy Hardono, vikep Kategorial Rm Dwi Harsanto, pastor paroki Ambarawa Rm Bratakartana SJ, moderator komunitas Rm Yuli Dwianto MSF, Rm Hanjar Krisnawan, dan Rm Parso Subroto MSF.

Vikjen KAS dalam homilinya menyatakan bahwa aneka komunitas kategorial sudah lama bertumbuh di KAS. Bapak Uskup Mgr Robertus Rubiyatmoko melihat “eman-eman” jika komunitas-komunitas itu tidak dihargai dan digembalakan serta dibiarkan bergumul sendiri-sendiri. Komunitas-komunitas itu merupakan anugerah Roh Kudus yang memperkaya keuskupan dan sudah berdampak nyata bagi pelayanan di paroki, maupun kevikepan teritorial dan keuskupan. Karena itu pada 1 Juni 2018 Mgr Rubiyatmoko membentuk Kevikepan Kategorial dengan tujuan agar semua komunitas itu bisa berkoordinasi, bekerjasama demi pelayanan yang makin efektif di bawah romo Vikaris Episkopal Kategorial. Dalam perkembangan 8 tahun ini, kevikepan kategorial KAS telah menjadi rumah bersama di mana setiap karisma dan spritualitas dikembangkan dan didampingi. “Kita percaya Roh Kudus menyatakan buah-buah rahmat-Nya di tengah Gereja kita”, ucap romo Sugi.  Kevikepan Kategorial membuat antar komunitas bisa saling berjumpa, berinteraksi, berbagi buah-buah doa dan pelayanan. Semua bertumbuh dalam rahmat, Gereja semakin kaya dan makin dewasa ketika kita saling belajar dan berbagi kesaksian iman.

Lagi pula, Kevikepan Kategorial dengan para moderator telah menggembala komunitas supaya bertumbuh dengan sehat dalam iman Katolik. Pengalaman doa, devosi dan pengalaman rohani  anggota komunitas didampingi supaya tetap dalam kebenaran iman Katolik. Karena bisa jadi, doa dan devosi yang terlalu bersemangat bisa membuat komunitas berjalan terlalu jauh dari kebenaran ajaran iman Katolik. Romo Vikjen mengingatkan, “Fokusnya bisa bergeser dari Kristus kepada orang tertentu, dari Injil kepada pengalaman pribadi, dari persatuan Gereja kepada kelompoknya sendiri. Semangat tetap besar, doanya tetap kencang, kegiatannya tetap banyak, namun kehilangan akar kebenaran iman Gereja Katolik. Pengalaman iman pribadi yang paling indah sekalipun mesti diuji dengan Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium serta pengalaman Gereja yang lebih luas. Kevikepan Kategorial tidak dibuat untuk membatasi gerak Roh Kudus, atau mengontrol komunitas, tetapi untuk mendampingi komunitas-komunitas agar bertumbuh dan berbuah sesuai kehendak Kristus dan Gereja-Nya. Seperti pengalaman jemaat perdana, pengalaman rohani dan doa mereka juga disertai ketekunan dalam pengajaran para rasul”.

Lebih lanjut, Romo Vikjen menandaskan 3 tanda hidup rohani yang baik: “Semangat dan suka cita jemaat perdana selalu berjalan bersama dalam Gereja. Yesus  selalu hadir dalam komunitas para murid sebagai kawanan. Pengalaman rohani mesti tumbuh dalam kesatuan dengan Gereja. Siapapun yang merasa suci sendirian, maka kesuciannya justru diragukan! Yesus pun menyatakan damai sejahtera. Damai sejahtera merupakan buah dari pengalaman rohani. Jika masih ada iri hati, benci, persaingan, maka bukan itu maksud komunitas. Indikator hidup rohani ialah damai kepada siapapun. “Digawe ayem, tiada persaingan. Di hadapan Tuhan, damai ialah tanda kedewasaan anggotanya”, tegasnya.  Tanda lain dari hidup yang bersatu dengan Yesus yang disebut Rm Vikjen ialah pengampunan. Ciri khas kita ialah mengampuni. Komunitas yang dewasa bukanlah komunitas tanpa konflik namun komunitas yang bisa mengampuni. Tanda terakhir ialah perutusan. Komunitas kategorial tidak cukup hanya dengan makin banyak anggotanya, namun melaksanakan perutusan, memperluas karya kasih Kristus.

“Dengan demikian komunitas-komunitas berjalan bersama dalam damai, mengampuni, untuk mewujudkan Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan”, pungkasnya.

Pada ujung Ekaristi, Vikep Kategorial Rm Santo memotong tumpeng yang diberikannya kepada Rm Sugiyana selaku vikjen dan kepada Rm Bratakartana SJ selaku pastor paroki Ambarawa sebagai  simbol syukur dan harapan Kevikepan Kategorial menggembala komuitas-komunitas supaya makin menjadi berkat bagi Gereja dan masyarakat. Kevikepan Kategorial KAS sampai saat ini menggembala 121 komunitas yang terbagi menjadi 4 rumpun, yaitu rumpun pemerhati KLMTD (Kecil Lemah Miskin tersingkir Difabel), rumpun minat-profesi, rumpun pelayanan, dan rumpun pendoa. (JoWa)

Berita Terkini

Berita Rayon

JADWAL MISA