TPKP Kumetiran Dorong Penguatan Relasi Keluarga Lewat Edukasi dan Pendampingan Umat

Twitter
WhatsApp
Email

PAROKI KUMETIRAN  – Tim Pelayanan Pastoral Keluarga (TPKP) Gereja Hati Santa Maria Tak Bercela Kumetiran membagikan hasil pembelajaran dari program Sekolah Keluarga kepada para ketua lingkungan dan ketua wilayah dalam Pertemuan Pamong Lingkungan dan Wilayah (PPWL) Paroki Kumetiran, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga Katolik dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, khususnya di tengah perkembangan teknologi digital.

Koordinator TPKP Kumetiran, Maria Titi Purwaningsih, bersama aktivis TPKP MG Inti Apri Caritas menyampaikan materi dalam sesi berbagi pengalaman yang berlangsung di Paroki Kumetiran, Yogyakarta. Materi tersebut merupakan hasil partisipasi TPKP Kumetiran dalam program Sekolah Keluarga yang diselenggarakan Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur Rayon Kota. Sepanjang 2026, dua dari tiga rangkaian Sekolah Keluarga telah dilaksanakan, masing-masing di Gereja Baciro pada 14 Maret dan Gereja Pugeran pada 3 Mei.

Sesi interaktif ala podcast menghadirkan diskusi hangat tentang tantangan komunikasi keluarga di era digital, mulai dari penggunaan gawai hingga kualitas relasi antaranggota keluarga.

Dalam kegiatan yang dikemas secara interaktif ala podcast tersebut, peserta diajak memahami berbagai tantangan komunikasi dalam keluarga di era digital. Beberapa persoalan yang dibahas antara lain terganggunya interaksi tatap muka akibat notifikasi gawai, kecenderungan mengabaikan pasangan karena penggunaan ponsel, ketergantungan pada komunikasi melalui pesan digital, hingga dampak media sosial yang menampilkan gambaran “keluarga sempurna” dan berpotensi menimbulkan ketidakpuasan dalam relasi suami istri.

Maria Titi Purwaningsih menjelaskan bahwa keluarga perlu membangun komunikasi yang sehat agar teknologi tidak menjadi penghalang dalam relasi antaranggota keluarga.

“Teknologi perlu dimanfaatkan secara bijaksana sebagai sarana pendukung kehidupan keluarga, bukan justru mengurangi kualitas komunikasi dan kebersamaan di rumah,” ujarnya.

Materi berikutnya mengangkat tema “Keluarga Sebagai Jalan Kekudusan”. Dalam penyampaiannya, TPKP mengutip pesan Ketua Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur, Rm. Marcelinus Moi, MSF, yang menegaskan bahwa kehidupan berkeluarga merupakan panggilan kudus yang perlu terus dipelihara melalui pembinaan iman dan keteladanan hidup sehari-hari.

Menurut Rm. Marcelinus Moi, keluarga perlu terus menimba kekuatan iman melalui doa, devosi, ziarah, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan pembinaan. Selain itu, orang tua juga diharapkan menjadi teladan bagi anak-anak dalam membangun nilai-nilai kehidupan kristiani.

“Sekolah iman dan sekolah kemanusiaan menjadi modal penting bagi keluarga untuk menjalani panggilan kekudusan di tengah tantangan zaman saat ini,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi tersebut.

Program Nonton Bareng (Nobar) bertema keluarga menjadi media pendampingan TPKP Kumetiran dalam memperkuat relasi suami istri dan anak melalui pendekatan edukatif dan reflektif yang interaktif.

Pada sesi selanjutnya, TPKP Kumetiran memaparkan program pendampingan keluarga melalui kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film bertema keluarga. Program ini dirancang sebagai media pendekatan kepada pasangan suami istri sekaligus sarana edukasi mengenai penguatan relasi dalam keluarga.

Hingga pertengahan tahun 2026, kegiatan Nobar telah dilaksanakan di empat dari 13 wilayah Paroki Kumetiran. Selain menonton film bersama, peserta juga mengikuti permainan interaktif dan sesi refleksi yang membahas hubungan suami istri serta pola pendampingan anak dalam keluarga.

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, sekitar 85 persen peserta menyatakan terkesan dengan program tersebut. Mereka menilai tema film yang dipilih relevan dengan kehidupan keluarga sehari-hari dan mengusulkan agar kegiatan serupa dapat menjangkau wilayah lain di Paroki Kumetiran.

Romo Paroki Kumetiran, Rm. Albertus Dwi Prasetyo, Pr., atau yang akrab disapa Romo Cece, memberikan apresiasi terhadap keterlibatan aktif TPKP dalam mengikuti Sekolah Keluarga dan menerapkan hasil pembelajaran tersebut di tingkat paroki.

“Apresiasi kepada TPKP yang sudah bergerak turun ke bawah, menyapa keluarga maupun pasutri-pasutri, serta menyediakan diri menjadi jembatan bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan khusus dengan Family Centre Kevikepan Yogya Timur,” kata Romo Cece.

Melalui kegiatan berbagi pengalaman dan berbagai program pendampingan yang dijalankan, TPKP Kumetiran diharapkan dapat semakin mendekatkan pelayanan kepada keluarga-keluarga di lingkungan dan wilayah. Kehadiran para pengurus lingkungan dan wilayah dalam kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal untuk memperluas jejaring pendampingan keluarga sehingga semakin banyak umat memperoleh dukungan dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan beriman.