Lampah Ratri Libatkan Anak hingga Lansia, Ngestiharjo Kidul Perkuat Pendampingan Iman Keluarga

Twitter
WhatsApp
Email

Brayat Minulya Wirobrajan – Wilayah Ngestiharjo Kidul, Paroki Administrasi Brayat Minulya Wirobrajan, kembali menggelar Lampah Ratri ke-9 dengan mengusung tema “Tut Wuri Handayani”, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang diikuti peserta lintas usia tersebut menjadi sarana pendampingan iman keluarga sekaligus memperkuat keterlibatan anak-anak dalam kehidupan menggereja melalui perjalanan spiritual menuju Gereja Salib Suci Gunung Sempu.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB itu diprakarsai Kelompok REBON dan diikuti anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Lampah Ratri diselenggarakan sebagai respons atas tingginya antusiasme anak-anak untuk mengikuti kegiatan serupa yang sebelumnya diikuti kelompok REBON bapak-bapak dan ibu-ibu. Panitia menyampaikan, tema “Tut Wuri Handayani” dipilih untuk menegaskan pentingnya pendampingan iman anak melalui keterlibatan langsung orang tua dan keluarga dalam perjalanan doa tersebut.

Panitia menjelaskan, Lampah Ratri tahun ini tidak hanya menjadi bentuk laku spiritual, tetapi juga media pendidikan iman yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Orang tua menjalani laku prihatin sembari mendoakan masa depan anak-anak mereka, sedangkan anak-anak diajak memahami makna pengorbanan, kebersamaan, dan keheningan doa yang selama ini dijalani orang tua.

“Tema ‘Tut Wuri Handayani’ lahir dari refleksi atas besarnya semangat anak-anak yang ingin mengikuti Lampah Ratri. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang agar mereka dapat bertumbuh dalam iman dengan didampingi orang tua dan seluruh umat,” ujar panitia penyelenggara.

Menurut panitia, nilai “Tut Wuri” dimaknai sebagai pendampingan dari belakang atau memberi teladan, sedangkan “Handayani” diartikan sebagai memberikan dorongan dan kekuatan. Melalui konsep tersebut, anak-anak diharapkan dapat bertumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta memperoleh dukungan penuh dari keluarga dan komunitas umat.

Kegiatan ini juga menjadi wujud dukungan Wilayah Ngestiharjo Kidul terhadap program Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan (FIBB) yang menjadi salah satu fokus reksa pastoral Keuskupan Agung Semarang. Program tersebut menekankan pentingnya pembinaan iman secara berkesinambungan bagi umat di setiap jenjang usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Peserta Lampah Ratri menuju Gereja Salib Suci Gunung Sempu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan dalam doa.

Selama perjalanan menuju Gereja Salib Suci Gunung Sempu, peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Kebersamaan lintas generasi terlihat menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual tersebut, sekaligus mempererat relasi antarumat di lingkungan wilayah.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan maupun pelaksanaan kegiatan. Berkat dukungan para relawan, pengurus wilayah, dan seluruh peserta, Lampah Ratri ke-9 dapat berlangsung aman, lancar, dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Lampah Ratri menjadi sarana laku spiritual sekaligus pendidikan iman yang mempererat kebersamaan seluruh anggota keluarga.

Keterlibatan anak-anak bersama orang tua dalam Lampah Ratri diharapkan menjadi pengalaman iman yang membekas serta mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan, kepedulian, dan pendampingan dalam keluarga. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus terpelihara sebagai bagian dari pembinaan iman umat secara berkelanjutan di Wilayah Ngestiharjo Kidul.

Penulis: Komsos Ng’Kid